MENGENAL SITUS SEJARAH KABUPATEN SUMENEP
Oleh : Bangkalan Memory   
Minggu, 01 Juni 2008

Sumenep merupakan Kabupaten di Jawa Timur yang berada di ujung paling Timur Pulau Madura, bisa dibilang sebagai salah satu kawasan yang terpenting dalam sejarah Madura. Kita dapat menjumpai situs-situs kebudayaan yang sampai hari ini masih menjadi obyek pariwisata. Diantaranya yang kita ketahui adalah kereta kencana peninggalan raja Sumenep, alun-alun (taman bunga) yang konsep bangunannya memiliki kekhasan ala bangunan kerajaan, Masjid Jamik atau Masjid Agung yang terletak di jantung Kota Sumenep, Masjid ini termasuk salah satu masjid tertua di Indonesia yang dibangun pada tahun 1779 M sampai 1787 M oleh Panembahan Sumolo, Kraton Sumenep
 
 
Adapun beberapa situs peninggalan sejarah Kabupaten Sumenep diantaranya sebagai berikut :
 
1.  SISA TEMBOK PAGAR KRATON
Pada masa kepemimpinan Bupati H.R. SOEMAR'OM ± tahun 1976, telah terjadi perubahan yang fundamental di lingkungan Kraton Sumenep, hal ini mengakibatkan dilakukannya pembongkaran pagar tembok belakang kraton yang didirikan oleh Raja Panembahan Sumolo tahun 1762 dengan panjang ± 200 meter.  Adapun sisa yang tertinggal ± 4 meter dijadikan bukti monumental sejarah Kerajaan Kraton Sumenep di masa lalu.
 
2.  KRATON SUMENEP
Dalam kawasan kraton Sumenep terdapat 3 bangunan utama yaitu :
 
a.  Kraton Tirtonegoro;
Bangunan ini merupakan Istana kerajaan pada saat Sumenep dipimpin oleh Raja R. Tumenggung Tirtonegoro (Bendoro Moh. Saod) yang memerintah pada tahun 1750 sampai dengan tahun 1762. Pada awal pemerintahannya, di bangunan ini pernah terjadi reaksi perebutan kekuasaan akibat kekecewaan dari Patih Purwonegoro (Saudara mesan Ratu Tirtonegoro), karena dirinya merasa lebih pantas mendampingi raja Tirtonegoro menjadi raja Sumenep.
b.  Kraton Panembahan Sumolo;
c.  Kantor Koneng;
Dari arti kata koneng (rata = bahasa belanda) telah menunjukkan bangunan tersebut adalah Kantor Raja. Bangunan ini dipakai sebagai tempat kerja Raja Sultan Abdurrahman Pakunataningrat pertama selama masa pemerintahannya dari tahun 1811 s.d. 1854 M.
 
3.  TAMAN SARE
Taman Sare Pemandian Putri-Putri Raja (Taman Sare) merupakan tempat bermainnya putri-putri raja sambil melepaskan kelelahan dengan bermain-main. Konon diceritakan, bahwa airnya dapat dijadikan obat dan membawa berkah.
 
4.  WAKAF BENDORO MOH. SAOD / RADEN TUMENGGUNG TIRTONEGORO
Pada masa pemerintahan Bendoro Moh. Saod Raden Tumenggung Tirtonegoro dibangunlah tempat ibadah (Wakaf/Langgar) yang terletak di kawasan Kraton Sumenep. Dalarn penyelenggaraan pengajiannya wakaf ini dipimpin K. Abu Naim dan berfungsi selain tempat ibadah juga sebagai pusat penyiaran agama Islam saat itu.
  
5.  MASJID LAJU
Dari namanya sudah menunjukkan, bahwa bangunan tersebut adalah bangunan Masjid yang lama (laju=bahasa Madura). Masjid ini dibangun pada jaman pemerintahan Pangeran Anggadipa, yang memerintah Kraton Sumenep dari tahun 1626 s/d. 1644 M. dengan demikian jauh sebelum Bendoro Moh. Saod (Raden Tumenggung Tirtonegoro) memerintah Sumenep ternyata agama Islam sudah berkembang luas.
 
6.  MASJID AGUNG SUMENEP
Perkembangan Islam di Sumenep cukup pesat sehingga pada tahun 1763 M dibangunlah Masjid Agung Sumenep oleh Raja Panembahan Sumolo. Dari sejak berdirinya sampai sekarang, Masjid Agung tetap menjadi anutan dalam pengembangan syiar Islam di Kabupaten Sumenep. Di antara Masjid Agung dengan Kraton terdapat makna filosofis dengan pusatnya alon-­alon Kota. Alon-alon yang menghadap ke Barat (Masjid), melambangkan Hablum Minallah, dan alon-alon yang menghadap ke Timur (Kraton) melambangkan Hablum Minannas. Dengan demikian, jalinan hubungan yang harmonis antara Ulama dan Umaro' sudah tercipta sejak Pemerintahan masa lalu.
 
7.  ASTA TINGGI
Asta Tinggi disebut juga Asta Raje (Mad) yang bermakna asta/makam para Pangradje (pembesar kerajaan) yang merupakan asta/makam para raja clan anak keturunan beserta kerabat‑kerabatnya dibangun sekitar tahun 1750M. Asta Tinggi memiliki 7 kawasan yaitu : 

a.   Kawasan Asta Induk, terdiri dari :
  • Kubah Sultan Abdurrahman Pakunataningrat (Perencanaan awal oleh Panembahan Sumolo dan dilanjutkan pelaksanaannya oleh Sultan Abdurrahman);
  • Kubah Bendoro Moh. Saod terdiri dari :
  • Kubah Bendoro Moh. Saod yang direnovasi oleh Resident Madura.
    • Kubah Pangeran Akhmad/Pangeran Djimat, yang kubahnya tersebut berasal dari Pendopo Kraton Pangeran Lor/Wetan.
    • Pangeran Pulang Djiwo yang kubahnya tersebut juga berasal dari Kraton Pangeran Lor/Wetan
    • Pemakaman Istri-istri Selir Raja-raja Sumenep
b.   Kawasan Makam K. Saonggaling
Konon diceritakan bahwa K. Saonggaling adalah pembela R. Tumenggung Tirtonegoro (Bendoro Moh. Saod) pada saat terjadinya upaya kudeta/perebutan kekuasaan oleh Patih Purwonegoro).
c.   Kawasan Makam Patih Mangun.
d.  Kawasan Makam Kanjeng Kai/Raden Adipati Suroadimenggolo Bupati Semarang (mertua Sultan Abdurrahman Pakunataningrat I).
e.  Kawasan makam Raden Adipati Pringgoloyo/Moh. Saleh
Beliau pada masa hidupnya menjabat sebagai Patih pada Pemerintahan Panembahan Sumolo dan Sultan Abdurrahman.
f.   Kawasan Makam Raden Tjakra Sudibyo, Patih Pensiun Sumenep.
g.  Kawasan Makam Raden Wongsokoesomo
(Sumber buku perjalanan dari Soengenep ka Batawi, Raden Sastro Soebrata, Balai Pustaka tahun 1920).
Konon memuat cerita, bahwa kawasan makam asta tinggi pernah dilakukan pengeboman jarak jauh (dari atas kapal laut di Kalianget) oleh tentara Inggris karena mengira bahwa bangunan tersebut adalah istana kerajaan. Namun demikian, pengeboman tersebut tidak sampai menghancurkan asta tinggi karena jatuh di luar kawasan.
 
8.  Pilar / Pintu Masuk Kraton Bangselok
Diceritakan bahwa kawasan Jalan Widuri Bangselok terdapat bangunan pintu masuk ke Keraton Bangselok yang dulunya ditempati Pangeran Pekalongan (menantu Sultan Abdurrahman). Konon waktu itu pintu masuk menuju ke keraton Sumenep terdapat di sebelah selatannya. (± 200 Meter), sehingga tamu yang akan ke keraton tertebih dahulu harus melalui pemeriksaan. Adapun kedudukan Pangeran Pekalongan adalah sebagai Panglima Perang pada zaman pemerintahan Sultan Abdurrahman.
 
9.  Taman Peristirahatan Raja-Raja di Desa Batuan
Pada tahun 1834 Raja Sumenep Sultan Abdurrahman Pakunataningrat I membangun taman pemandian raja di Desa Batuan dan terletak di kampung Palasa. Penyebutan Palasa sebenarnya berasal dari kata PALACE (istana), karena di kawasan pemandian raja desa Batuan tersebut terdapat istana dan sampai saat ini masih tersisa taman pemandian serta puing-puing bangunan istana.
 
10.  Gua Jeruk
Dari tinjauan Topografi Gua Jeruk terletak di dataran tinggi yang berlokasi di luar kawasan Asta Tinggi Sumenep. Konon menurut cerita yang berkembang, tempat tersebut adalah tempat pertapaan Sultan Abdurrahman pada masa pemerintahannya
 
11.  Asta Karang Sabu
Pada tahun 1559-1562 di lokasi tersebut berdiri kerajaan Sumenep di bawah kepemimpinan Raden Tumenggung Kanduruan dan berturut-turut dilanjutkan oleh Pangeran Wetan dan Pangeran Lor hingga tahun 1589. Sekarang pada lokasi tersebut hanya tersisa asta/Pemakaman Tumenggung Kanduruan, Pangeran Lor dan Pangeran Wetan yang terletak di Jalan Diponegoro (Kelurahan Karangduak), sedangkan Pendopo Kratonnya di pindah ke Asta Tinggi dijadikan Kubah pangeran Djimat dan kubah pangeran Pulangdjiwo.
 
12.  Pilar/Pintu Masuk Kraton Parsanga
Pada tahun 1502-1559 di tempat ini berdiri Kerajaan Sumenep di bawah kepemimpinan Pangeran Banuboyo/Pangeran Siding Puri dengan gelar Pangeran Setjoadiningrat V yang merupakan cucu dari Pangeran Jokotole.
 
13.  Kolam (Perigi Songo) di Parsanga
Pada jaman kejayaan Kraton. Parsanga, disitu bermukim seorang ulama yang bernama Sunan Padusan (menantu Djokotole) kedudukan beliau di samping sebagai ulama, juga menjadi penasehat kerajaan yang Sekaligus berfungsi sebagai penyiar agama Islam. Di dalam pelaksanaannya diceritakan bahwa setiap orang yang akan masuk Islam terlebih dahulu disucikan (dudus=bahasa madura) dengan air (Perigi Songo).
 
14.  Pintu Gerbang Pangeran Letnan
Salah seorang putra Sultan Abdurrahman yang bernama Raden Ario Mohammad Hamzah dengan gelar Pangeran Soerjo Sinrangingrono. Dalam jajaran kemiliteran kerajaan beliau adalah salah satu penglima tentara kerajaan yang mempunyai pangkat Letnan Kolonel. Sebelum masuk ke istana/rumah kediaman beliau, di depannya terdapat pintu masuk masuk dengan model/tipe yang hampir mirip dengan bangunan Labang Mesem.
 



Views: 4683

  Komentar (12)
RSS comments
 1 Ditulis oleh habibullah, pd 17-06-2008 15:51
saya minta agar untuk dikepulauan juga bisa dicantumkan di sini, soalnya banyak sekali di kepulauan yang syarat dengan sejarah
 2 Terima Kasih
Ditulis oleh Alamat e-mail ini telah dilindungi dari tindakan spam bots, Anda butuh Javascript dan diaktifkan untuk melihatnya website, pd 22-06-2008 16:43
Terima Kasih dan selamat datang di website kami ini, atas permintaan anda untuk mencantumkan sejarah yang ada di kepulauan2 untuk saaat ini kami belum bisa menyediakannya karena data2 yang kami miliki masih belum ada, namun jika ada salah seorang pengunjung yang memilikinya silahkan anda sharing di forum kami, dan mungkin akan kami tampilkan pada halaman utama kami dengan demikian kita dapat saling melengkapi 
 
Terima Kasih dan Salam Kenal dari kami jangan lupa daftar pada forum kami :)
 3 Harapan
Ditulis oleh Alamat e-mail ini telah dilindungi dari tindakan spam bots, Anda butuh Javascript dan diaktifkan untuk melihatnya , pd 30-08-2008 13:27
saya adalah warga sumenep yang sudah lama menetap di daerah lain karena kepentingan studi. saya sangat bangga dengan sumenep. 
saat ini saya melihat bahwa inventarisi budaya, adat, peninggalan sejarah, dan bahkan buku-buku tentang sejarah sumenep mulai terdukumenkan. hal ini sangat menarik apabila kita melihat modernisasi yang terus meningkat sehingga mengikis aspek-aspek budaya yang dimiliki terutama sumenep. jika permasalahan ini tidak dibendung maka tidak akan ada lain yang bisa kita wariskan, tidak ada lagi yang bisa kita ceritakan pada anak cucu kita. 
saya berharap bahwa hal-hal yang sudah dilaksanakan ini bisa terus berjalan dan berkembang seiring dengan kemajuan jaman. saya tidak ingin budaya sumenep hanya dapat dibaca tanpa bisa dilihat. kebanggaan ini harus terus ada pada anak cucu kita. bangkitkan semangat pembangunan dengan kearifan lokal daerah, jadikan sumenep sebagai kota berbudaya sinergis dengan kemajuan teknologi. 
"jika Jepang bisa, mengapa Sumenep tidak!"
 4 Ditulis oleh Alamat e-mail ini telah dilindungi dari tindakan spam bots, Anda butuh Javascript dan diaktifkan untuk melihatnya , pd 31-08-2008 23:21
senang bgt baca infonya ttg sumenep, tapi sayang saya tidak bisa berkunjung ke sana, apalagi9 gak punya sodara. Insya Allah kalo ada rejeki/niat nekad terkabul. tq infonya. salam dari westprogo, yogyakarta
 5 suku yang terlupakan
Ditulis oleh Alamat e-mail ini telah dilindungi dari tindakan spam bots, Anda butuh Javascript dan diaktifkan untuk melihatnya , pd 18-01-2009 13:17
Bajo, itulah salah satu nama suku yang mendiami pulau-pulau yang ada di kabupaten sumenep, namun sayang sekali tentang keberadaan dan sejarah suku ini hampir termarginalkan. selama ini jika kita berbicara tentang madura, maka yang terpikirkan adalah suku madura dengan segenap kebudayaannya, kita hampir tidak tahu atau mungkin pura-pura tidak tahu bahwa di ujung madura paling timur, tepatnya di kepulauan Sapeken, didiami oleh sebuah suku yang bahasa dan semua kebudayaannya sepenuhnya berbeda dengan sumenep. melalui forum diskusi ini saya mengajak ke semua pihak agar sama-sama bijak dalam menyikapi keragaman ini, wahai orang-orang madura...di seberang pulau madura nun jauh di timur sana, masih ada saudara-saudara kalian. trimakasih.
 6 suku yang terlupakan
Ditulis oleh Alamat e-mail ini telah dilindungi dari tindakan spam bots, Anda butuh Javascript dan diaktifkan untuk melihatnya , pd 18-01-2009 13:19
Bajo, itulah salah satu nama suku yang mendiami pulau-pulau yang ada di kabupaten sumenep, namun sayang sekali tentang keberadaan dan sejarah suku ini hampir termarginalkan. selama ini jika kita berbicara tentang madura, maka yang terpikirkan adalah suku madura dengan segenap kebudayaannya, kita hampir tidak tahu atau mungkin pura-pura tidak tahu bahwa di ujung madura paling timur, tepatnya di kepulauan Sapeken, didiami oleh sebuah suku yang bahasa dan semua kebudayaannya sepenuhnya berbeda dengan sumenep. melalui forum diskusi ini saya mengajak ke semua pihak agar sama-sama bijak dalam menyikapi keragaman ini, wahai orang-orang madura...di seberang pulau madura nun jauh di timur sana, masih ada saudara-saudara kalian. trimakasih.
 7 tambahan
Ditulis oleh Alamat e-mail ini telah dilindungi dari tindakan spam bots, Anda butuh Javascript dan diaktifkan untuk melihatnya , pd 26-06-2009 14:44
isi artikel cukup baik, lebih menarik lagi bila di cantum kan gambar2 ornamen Masjid Jami (isinya yang berupa mimbar imam, layout masjid, dijelaskan pula mengenai isi dan ornamen yang bersangkutan), lalu coba terangkan makna lambe mesem itu apa, dan coba sisipkan beberapa foto2 Raja Sumenep beserta keterangan2 menegenai riwayat hidup beliau. lebih seru lagi bila dijelaskan siapa kah putra raja madura sumenep yang menikahi Putri China dari Mongol, karena sampai saat ini yang saya tau cerita2 blog atau artikel2 mengenai kerajaan madura sumenep masih minim. semoga membantu. terima kasih
 8 Mencari sejarah kakekku
Ditulis oleh Alamat e-mail ini telah dilindungi dari tindakan spam bots, Anda butuh Javascript dan diaktifkan untuk melihatnya , pd 31-08-2009 07:46
aku punya kakek buyut ku yang bernama Rasmadin.Kata ayah ku ...beliau beasal dari kalangan kranton di sumenep.Tolong saya untuk melacak sejarah keluarga besar saya.trima kasih
 9 Salam Kenal dan terima kasih atas kunjun
Ditulis oleh Alamat e-mail ini telah dilindungi dari tindakan spam bots, Anda butuh Javascript dan diaktifkan untuk melihatnya website, pd 31-08-2009 20:02
Halo 
 
@Irnazia - Kami punya beberapa koleksi foto -foto Arsitektur Sumenep di bagian forum  
 
http://www.bangkalan-memory.net/component/option,com_fireboard/Itemid,153/func,view/id,207/catid,7/ 
 
Masih ada bebarapa yang belum sempat kami tampilkan, dan juga kami harap jika para pengunjung ato member disini punya cerita ato foto yang berhubungan dengan sejarah dan budaya Madura silahkan share di forum. 
 
@Romi Rasmadin : Mungkin para member ato pengunjung Bangkalan Memory ada yg bisa bantu ?
 10 ???????????
Ditulis oleh Alamat e-mail ini telah dilindungi dari tindakan spam bots, Anda butuh Javascript dan diaktifkan untuk melihatnya website, pd 16-11-2009 20:17
:cry sebelunya terima kasih....saya sampaikan.berkenaan dengan sejarah...sjauh yang saya ketahui sumenep kota sejarah, kota budaya. dan ketika saya baca sekilas website anda masih ada salah satu wilayah yang masih belum tercantum di situ dan disana sejauh yang saya ketahui adalah sebagian dari kerajaan sumenep..dan sampai sekarang masih ada peninggalan-peninggalannya..yaitu.....DESA LAPA TAMAN.itu perlu ditambahkan juga dalam website anda. terimakasih

Sumenep merupakan Kabupaten di Jawa Timur yang berada di ujung paling Timur Pulau Madura, bisa dibilang sebagai salah satu kawasan yang terpenting dalam sejarah Madura. Kita dapat menjumpai situs-situs kebudayaan yang sampai hari ini masih menjadi obyek pariwisata. Diantaranya yang kita ketahui adalah kereta kencana peninggalan raja Sumenep, alun-alun (taman bunga) yang konsep bangunannya memiliki kekhasan ala bangunan kerajaan, Masjid Jamik atau Masjid Agung yang terletak di jantung Kota Sumenep, Masjid ini termasuk salah satu masjid tertua di Indonesia yang dibangun pada tahun 1779 M sampai 1787 M oleh Panembahan Sumolo, Kraton Sumenep
 
 
Adapun beberapa situs peninggalan sejarah Kabupaten Sumenep diantaranya sebagai berikut :
 
1.  SISA TEMBOK PAGAR KRATON
Pada masa kepemimpinan Bupati H.R. SOEMAR'OM ± tahun 1976, telah terjadi perubahan yang fundamental di lingkungan Kraton Sumenep, hal ini mengakibatkan dilakukannya pembongkaran pagar tembok belakang kraton yang didirikan oleh Raja Panembahan Sumolo tahun 1762 dengan panjang ± 200 meter.  Adapun sisa yang tertinggal ± 4 meter dijadikan bukti monumental sejarah Kerajaan Kraton Sumenep di masa lalu.
 
2.  KRATON SUMENEP
Dalam kawasan kraton Sumenep terdapat 3 bangunan utama yaitu :
 
a.  Kraton Tirtonegoro;
Bangunan ini merupakan Istana kerajaan pada saat Sumenep dipimpin oleh Raja R. Tumenggung Tirtonegoro (Bendoro Moh. Saod) yang memerintah pada tahun 1750 sampai dengan tahun 1762. Pada awal pemerintahannya, di bangunan ini pernah terjadi reaksi perebutan kekuasaan akibat kekecewaan dari Patih Purwonegoro (Saudara mesan Ratu Tirtonegoro), karena dirinya merasa lebih pantas mendampingi raja Tirtonegoro menjadi raja Sumenep.
b.  Kraton Panembahan Sumolo;
c.  Kantor Koneng;
Dari arti kata koneng (rata = bahasa belanda) telah menunjukkan bangunan tersebut adalah Kantor Raja. Bangunan ini dipakai sebagai tempat kerja Raja Sultan Abdurrahman Pakunataningrat pertama selama masa pemerintahannya dari tahun 1811 s.d. 1854 M.
 
3.  TAMAN SARE
Taman Sare Pemandian Putri-Putri Raja (Taman Sare) merupakan tempat bermainnya putri-putri raja sambil melepaskan kelelahan dengan bermain-main. Konon diceritakan, bahwa airnya dapat dijadikan obat dan membawa berkah.
 
4.  WAKAF BENDORO MOH. SAOD / RADEN TUMENGGUNG TIRTONEGORO
Pada masa pemerintahan Bendoro Moh. Saod Raden Tumenggung Tirtonegoro dibangunlah tempat ibadah (Wakaf/Langgar) yang terletak di kawasan Kraton Sumenep. Dalarn penyelenggaraan pengajiannya wakaf ini dipimpin K. Abu Naim dan berfungsi selain tempat ibadah juga sebagai pusat penyiaran agama Islam saat itu.
  
5.  MASJID LAJU
Dari namanya sudah menunjukkan, bahwa bangunan tersebut adalah bangunan Masjid yang lama (laju=bahasa Madura). Masjid ini dibangun pada jaman pemerintahan Pangeran Anggadipa, yang memerintah Kraton Sumenep dari tahun 1626 s/d. 1644 M. dengan demikian jauh sebelum Bendoro Moh. Saod (Raden Tumenggung Tirtonegoro) memerintah Sumenep ternyata agama Islam sudah berkembang luas.
 
6.  MASJID AGUNG SUMENEP
Perkembangan Islam di Sumenep cukup pesat sehingga pada tahun 1763 M dibangunlah Masjid Agung Sumenep oleh Raja Panembahan Sumolo. Dari sejak berdirinya sampai sekarang, Masjid Agung tetap menjadi anutan dalam pengembangan syiar Islam di Kabupaten Sumenep. Di antara Masjid Agung dengan Kraton terdapat makna filosofis dengan pusatnya alon-­alon Kota. Alon-alon yang menghadap ke Barat (Masjid), melambangkan Hablum Minallah, dan alon-alon yang menghadap ke Timur (Kraton) melambangkan Hablum Minannas. Dengan demikian, jalinan hubungan yang harmonis antara Ulama dan Umaro' sudah tercipta sejak Pemerintahan masa lalu.
 
7.  ASTA TINGGI
Asta Tinggi disebut juga Asta Raje (Mad) yang bermakna asta/makam para Pangradje (pembesar kerajaan) yang merupakan asta/makam para raja clan anak keturunan beserta kerabat‑kerabatnya dibangun sekitar tahun 1750M. Asta Tinggi memiliki 7 kawasan yaitu : 

a.   Kawasan Asta Induk, terdiri dari :
  • Kubah Sultan Abdurrahman Pakunataningrat (Perencanaan awal oleh Panembahan Sumolo dan dilanjutkan pelaksanaannya oleh Sultan Abdurrahman);
  • Kubah Bendoro Moh. Saod terdiri dari :
  • Kubah Bendoro Moh. Saod yang direnovasi oleh Resident Madura.
    • Kubah Pangeran Akhmad/Pangeran Djimat, yang kubahnya tersebut berasal dari Pendopo Kraton Pangeran Lor/Wetan.
    • Pangeran Pulang Djiwo yang kubahnya tersebut juga berasal dari Kraton Pangeran Lor/Wetan
    • Pemakaman Istri-istri Selir Raja-raja Sumenep
b.   Kawasan Makam K. Saonggaling
Konon diceritakan bahwa K. Saonggaling adalah pembela R. Tumenggung Tirtonegoro (Bendoro Moh. Saod) pada saat terjadinya upaya kudeta/perebutan kekuasaan oleh Patih Purwonegoro).
c.   Kawasan Makam Patih Mangun.
d.  Kawasan Makam Kanjeng Kai/Raden Adipati Suroadimenggolo Bupati Semarang (mertua Sultan Abdurrahman Pakunataningrat I).
e.  Kawasan makam Raden Adipati Pringgoloyo/Moh. Saleh
Beliau pada masa hidupnya menjabat sebagai Patih pada Pemerintahan Panembahan Sumolo dan Sultan Abdurrahman.
f.   Kawasan Makam Raden Tjakra Sudibyo, Patih Pensiun Sumenep.
g.  Kawasan Makam Raden Wongsokoesomo
(Sumber buku perjalanan dari Soengenep ka Batawi, Raden Sastro Soebrata, Balai Pustaka tahun 1920).
Konon memuat cerita, bahwa kawasan makam asta tinggi pernah dilakukan pengeboman jarak jauh (dari atas kapal laut di Kalianget) oleh tentara Inggris karena mengira bahwa bangunan tersebut adalah istana kerajaan. Namun demikian, pengeboman tersebut tidak sampai menghancurkan asta tinggi karena jatuh di luar kawasan.
 
8.  Pilar / Pintu Masuk Kraton Bangselok
Diceritakan bahwa kawasan Jalan Widuri Bangselok terdapat bangunan pintu masuk ke Keraton Bangselok yang dulunya ditempati Pangeran Pekalongan (menantu Sultan Abdurrahman). Konon waktu itu pintu masuk menuju ke keraton Sumenep terdapat di sebelah selatannya. (± 200 Meter), sehingga tamu yang akan ke keraton tertebih dahulu harus melalui pemeriksaan. Adapun kedudukan Pangeran Pekalongan adalah sebagai Panglima Perang pada zaman pemerintahan Sultan Abdurrahman.
 
9.  Taman Peristirahatan Raja-Raja di Desa Batuan
Pada tahun 1834 Raja Sumenep Sultan Abdurrahman Pakunataningrat I membangun taman pemandian raja di Desa Batuan dan terletak di kampung Palasa. Penyebutan Palasa sebenarnya berasal dari kata PALACE (istana), karena di kawasan pemandian raja desa Batuan tersebut terdapat istana dan sampai saat ini masih tersisa taman pemandian serta puing-puing bangunan istana.
 
10.  Gua Jeruk
Dari tinjauan Topografi Gua Jeruk terletak di dataran tinggi yang berlokasi di luar kawasan Asta Tinggi Sumenep. Konon menurut cerita yang berkembang, tempat tersebut adalah tempat pertapaan Sultan Abdurrahman pada masa pemerintahannya
 
11.  Asta Karang Sabu
Pada tahun 1559-1562 di lokasi tersebut berdiri kerajaan Sumenep di bawah kepemimpinan Raden Tumenggung Kanduruan dan berturut-turut dilanjutkan oleh Pangeran Wetan dan Pangeran Lor hingga tahun 1589. Sekarang pada lokasi tersebut hanya tersisa asta/Pemakaman Tumenggung Kanduruan, Pangeran Lor dan Pangeran Wetan yang terletak di Jalan Diponegoro (Kelurahan Karangduak), sedangkan Pendopo Kratonnya di pindah ke Asta Tinggi dijadikan Kubah pangeran Djimat dan kubah pangeran Pulangdjiwo.
 
12.  Pilar/Pintu Masuk Kraton Parsanga
Pada tahun 1502-1559 di tempat ini berdiri Kerajaan Sumenep di bawah kepemimpinan Pangeran Banuboyo/Pangeran Siding Puri dengan gelar Pangeran Setjoadiningrat V yang merupakan cucu dari Pangeran Jokotole.
 
13.  Kolam (Perigi Songo) di Parsanga
Pada jaman kejayaan Kraton. Parsanga, disitu bermukim seorang ulama yang bernama Sunan Padusan (menantu Djokotole) kedudukan beliau di samping sebagai ulama, juga menjadi penasehat kerajaan yang Sekaligus berfungsi sebagai penyiar agama Islam. Di dalam pelaksanaannya diceritakan bahwa setiap orang yang akan masuk Islam terlebih dahulu disucikan (dudus=bahasa madura) dengan air (Perigi Songo).
 
14.  Pintu Gerbang Pangeran Letnan
Salah seorang putra Sultan Abdurrahman yang bernama Raden Ario Mohammad Hamzah dengan gelar Pangeran Soerjo Sinrangingrono. Dalam jajaran kemiliteran kerajaan beliau adalah salah satu penglima tentara kerajaan yang mempunyai pangkat Letnan Kolonel. Sebelum masuk ke istana/rumah kediaman beliau, di depannya terdapat pintu masuk masuk dengan model/tipe yang hampir mirip dengan bangunan Labang Mesem.
 



Views: 4683

  Komentar (12)
RSS comments
 11 help me
Ditulis oleh Alamat e-mail ini telah dilindungi dari tindakan spam bots, Anda butuh Javascript dan diaktifkan untuk melihatnya , pd 19-05-2010 13:47
saya seorang mahasiswi unesa jurusan tata rias....sya tertarik mengangkat judul skripsi tata rias pengantin sumenep dikarenakan tata riasnya yang unik namun sampai saat ini belum dibakukan dan dibukukan so....saya mohon info...hrus kmnakah saya to ngorek2 info itu???
 12 peranakan madura
Ditulis oleh Alamat e-mail ini telah dilindungi dari tindakan spam bots, Anda butuh Javascript dan diaktifkan untuk melihatnya , pd 06-06-2010 14:08
saya seorang keturunan madura, tepatnya ibu saya orang madura, tetapi saya tidak tahu banyak tentang madura 
ada yang bisa memberi pemahaman tentang madura kepada saya?? 
kemudian bagaimana status orang seperti saya di kalangan orang madura? 
Ibu saya berasal dari Bangkalan, desa separa

Beri Komentar
  • Silakan untuk mengisi komentar yang tidak keluar dari topik artikel.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail
Homepage
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code
I wish being prevented by email of the comments which will follow