.

Translate

Daftar Pada Forum

Silahkan Login untuk masuk pada forum kami:





Lupa Kata Sandi?
Bukan Anggota, Silahkan? Daftar

Menu Utama

Kolom Prestasi

Diamond.gif

( Klik Gambar )

Dukung Kami

Kami menerima donasi bagi para donatur yang perduli, melalui paypal dengan jumlah minimum $2 
 
 
Nama-nama para donatur akan kami kami masukkan pada halaman khusus donasi. Terima kasih

Pesan Anda

Jumlah Pengunjung

Hari Ini201
Kemarin379
Minggu ini1160
Bulan ini3195
Semua229695

(C) Bangkalan-Memory

Support

Polls

Apakah anda mendukung website bangkalan memory ini:
 
Pemerintah Memblokir Situs Porno Pendapat anda ?
 

Jadwal Sholat

Bookmark Kami !

Berlangganan Artikel

Masukkan Alamat email anda:

Delivered by FeedBurner

Powered by FeedBurner

Komunitas

Top Indo

 


MusicPlaylist

 

Website Stats


Links to Site

Home
Selamat Datang di Bangkalan Memory, Website ini merupakan dedikasi kami dalam melestarikan peninggalan Budaya serta Sejarah Kota Bangkalan.
SOTO MADURA Cetak halaman ini
Oleh : Bangkalan Memory   
Minggu, 27 Desember 2009
 
Soto Madura adalah jenis soto yang berasal dari daerah Madura, Jawa Timur  berbahan dasar daging sapi, telur rebus, kentang goreng dan tauge, dengan bumbu ketumbar, bawang merah, bawang putih, jahe, kunir, laos, Kemiri, jeruk purut dan garam secukupnya
 

Be first to comment this article | Views: 469

Selengkapnya...
 
ISTILAH - ISTILAH PADA ADAT MADURA Cetak halaman ini
Oleh : Bangkalan Memory   
Selasa, 20 Oktober 2009

 Istilah-istilah Kelahiran pada adat Madura :

 

1.
Pelet kandung
=
Upacara untuk kehamilan yang memasuki bulan ketujuh, terutama untuk anak pertama.
2.
Ponar
=
Ketan kuning sebagai hidangan dalam Pelet kandung.
3.
Sekkol
=
Goreng kering parutan kelapa sebagai hidangan dalam Pelet kandung
4.
Kom-koman
=
Acara memandikan wanita hamil dengan air bunga dalam upacara Pelet kandung.
5.
Dhamar kambang
=
Pelita yang menyala di atas kuburan ari-ari bayi sampai 40 hari.
6.
Colpak bujhel
=
Upacara terlepasnya tali pusar yang dibarengi dengan pemberian nama.
7.
Kekah
=
Akikah. Pemotongan ewan sebagai tebusan seorang anak yang sesuai dengan syari’at Islam.
8.
Toron tana
=
Upacara ketika seorang anak pertama kali diperkenalkan pada tanah.

 

Be first to comment this article | Views: 1219

Selengkapnya...
 
JAMU MADURA KIAN DIKENAL MANCANEGARA Cetak halaman ini
Oleh : Bangkalan Memory   
Selasa, 20 Oktober 2009
jamu.jpgRamuan Madura makin digemari di mancanegara. Di negeri Belanda, Bangkok, Taiwan, dan Turki, misalnya, jamu dari Pulau Garam itu sangat laris. Mengapa mereka tertarik pada ramuan Madura? Berikut penuturan suami istri Wahyudi-Rosiana yang berpengalaman memasarkan jamu warisan nenek moyangnya di beberapa negara itu.

Jamu Madura punya sejumlah nama dengan khasiat yang berbeda-beda. Dari sekian nama itu, menurut Ny Ana - panggilan Rosiana -, jamu Tongkat Asli Madura sangat laris di Bangkok. Jamu buatan Joko Tole ini dipromosikan bisa membersihkan alat khusus kewanitaan dengan membunuh beragam bakteri yang biasa ngendon di alat rahasia wanita ini.

Bahkan, jamu ini juga dipercaya bisa menghilangkan keputihan dalam sekejap - hanya lima menit -, mengeringkan, dan mengembalikan keperawanan wanita. Bukan mengembalikan keperawanan dalam arti biologis. "Tapi, pada rasa. Pengusaha Bangkok yang menjadi mitra kami itu memesan 100 ribu buah per bulannya. Tapi, kami baru bisa memenuhi separonya," kata Wahyudi yang kemarin didampingi istrinya, Ny Ana.
 

Komentar (1) | Views: 1103

Selengkapnya...
 
BERBURU CENDERAMATA DI MADURA Cetak halaman ini
Oleh : Bangkalan Memory   
Selasa, 20 Oktober 2009
Buah tangan apa yang pantas dibawa dari Madura? Garam? Jelas tidak. Tak ada bedanya garam yang ada di Madura dengan yang Anda beli di warung mana pun. Dewasa ini, mencari cendera mata khas Madura tidak sesulit dulu lagi.

Berbagai macam cendera mata menarik seperti aneka warna pecut, udeng, celurit mini untuk kalung, topeng tokoh pewayangan dan kipas, telah banyak dijual pada kios khusus penjual cendera mata di pusat- pusat keramaian pulau garam itu. Bahkan begitu masuk di Pelabuhan Kamal (Bangkalan)--setelah turun dari kapal feri--sudah banyak pedagang asongan yang menawarkan cendera mata khas Madura itu.

Wisatawan mancanegara maupun wisnus yang berkunjung ke Madura, memang banyak sekali yang tertarik untuk mendapatkan aneka warna pecut dan udeng yang biasa dipakai seorang joki Karapan Sapi, saat berlaga di arena.

Komentar (2) | Views: 910

Selengkapnya...
 
MASUKNYA BANGSAWAN MADURA KE BENGKULU Cetak halaman ini
Oleh : Bangkalan Memory   
Rabu, 29 Juli 2009
Kehadiran kaum elite pribumi keturunan Madura di Bengkulu pada abad ke 18, sebenarnya tidak lepas dari latar belakang situasi politik di wilayah Madura itu sendiri.

Diketahui, bahwa Panembahan Abdul Kharim Diningrat atau lebih dikenal dengan nama Panembahan Cakraningrat IV, penguasa dari Bangkalan di Madura Barat, mempunyai empat orang anak. Dari keempat anaknya, yang diketahui namanya hanya tiga orang, yaitu Raden Surodiningrat (anak tertua), Raden Ranadiningrat (anak ketiga), dan Raden Tumenggung Wirodiningrat (anak keempat).

Menurut catatan Broek, Ranadiningrat dan Wirodiningrat lahir dari istri yang berbeda, yaitu Nyai Tengah dan Nyai Magih, yang keduanya berasal dari Banyu Sanka di Bengkulu.Catatan Broek ini sangat memungkinkan, sebab Cakraningrat IV telah mempunyai hubungan yang erat dengan Kompeni Inggris di Bengkulu. Jadi besar kemungkinan, apabila Cakraningrat IV memperoleh istri dari Bengkulu.

Selanjutnya disebutkan, bahwa hubungan antara Cakraningrat IV dengan anak tertuanya yang telah menjadi Bupati Sedayu, mulai retak karena sikap anaknya yang cenderung pro Kompeni Belanda. Akibat retaknya hubungan keluarga, maka dibuanglah istri Surodiningrat dan keempat anaknya, serta anak Ranadiningrat.Pada waktu pecah perang antara Cakraningrat IV dengan Kompeni Belanda, dikirimlah Raden Temenggung Wirodiningrat (anak yang keempat) bersama dengan Raden Sang Nata (anak Raden Ranadiningrat) ke Bengkulu untuk minta bantuan Kompeni Inggris. Akan tetapi gagal, bahkan mereka akhirya menetap di Bengkulu. Sementara Cakraningrat IV sendiri ditawan oleh Kompeni Belanda dan selanjutnya dibuang ke Cape (Tanjung Harapan).

Kehadiran kelompok elite keturunan Madura di Bengkulu ini, ternyata mendapat respon serta sambutan terhormat dari kalangan elite pribumi setempat. Perkembangan selanjutnya, kelompok elite keturunan Madura ini berhasil menjalin hubungan kekerabatan melalui perkawinan dengan keluarga elite pribumi setempat. Bahkan Pangeran Sungai Lemau telah memberinya tempat tinggal, yaitu di kampung tengah Padang. Berikut isi petikan dalam Naskah Melayu tentang posisi elite keturunan Madura.
 

Be first to comment this article | Views: 873

Selengkapnya...
 
Soto Lorjuk Menggugah Selera Cetak halaman ini
Oleh : Bangkalan Memory   
Rabu, 08 Juli 2009

 

Penggemar berat soto, harusnya tak melewatkan hidangan satu ini. Jika anda sudah sering menyantap menu soto daging atau soto ayam, soto satu ini patut dicoba.

Be first to comment this article | Views: 1747

Selengkapnya...
 
Bubur Sarikoyo Unik dari Bangkalan Cetak halaman ini
Oleh : Bangkalan Memory   
Jumat, 26 Juni 2009

 

Bagi warga bangkalan. Saat ini ada menu khusus yang tidak lagi didapatkan selain bulan ramadlan. Ya, namanya Bubur Sarikoyo. Meski mirip dengan nama buah yaitu srikaya, tetapi bahan utama pembuatan bubur sarikoyo tak sedikitpun berasal dari buah tersebut.

 

Be first to comment this article | Views: 852

Selengkapnya...
 
KALSOT SUMENEP Cetak halaman ini
Oleh : Bangkalan Memory   
Sabtu, 09 Mei 2009
kalsot_sumenep.jpg
Kalau di kota buaya Surabaya makanan lima ribuan adalah makanan yang paling murah. Beda halnya di Sumenep, Madura. Untuk mendapatkannya, juga tidak sulit jika pernah datang ke kota ujung timur pulau garam Madura, tepatnya di Jalan Zainal Arifin kota Sumenep atau sebelah timur Hotel Wijaya II. Banyak orang menyebutnya, Warung Pak Abi.

Kalsot merupakan makanan khas Madura. Sehingga masyarakat Sumenep sepertinya sudah kental dengan warung Pak Abi itu. Pembelinya dari semua kalangan, yakni anak-anak, remaja, masyarakat umum, pejabat. Bahkan, para tamu dari luar Madura.

Aktifitas di warung yang bersebelahan dengan sebuah dialer mobil bekas itu sangat ramai. Apalagi hari Minggu. Mereka ingin merasakan menu makanan ciri khas Madura. Sebab, di warung itu, tidak hanya menyediakan kalsot, tapi berbagai macam jenis makanan khas Madura lainnya tersedia dengan harga murah dan rasanya mantap.

Kalsot itu sendiri, terdiri dari bubur kacang hijau dengan aroma daging yang kental (soalnya ada kikilnya) serta di beri semacam apa ya namanya, itu... seperti gorengan ketela (kurkit kali, he he) di dalamnya dan dicampur dengan sedikit bawang merah dan seledri.

Mungkin untuk yang baru pertama kali mencicipi atau melihat makanan khas Madura itu, agak jijik. Tapi percaya deh, rasanya mantep banget!.

Be first to comment this article | Views: 1130

Selengkapnya...
 
Kelahiran JOKOTOLE dan AGUS WEDI Cetak halaman ini
Oleh : Bangkalan Memory   
Minggu, 29 Maret 2009

Ketika Raja Mandaraga wafat, jenazahnya dimakam­kan di tempat itu juga (sekarang Mandaraga menjadi sebuah kampung di Desa Keles Kecamatan Ambunten Kabupaten Sumenep). Di sebelah timur laut sumber Mandaraga adalah makam Pangeran Mandaraga, yang oleh orang-orang desa itu disebut "Asta Patapan", (makam pertapaan), karena pada zaman dahulu banyak orang yang datang bertapa di tempat yang dikera­matkan itu.

Tak banyak diceritakan mengenai kehidupan Raja Mandaraga termasuk kedua puteranya, yaitu Pangeran Bukabu dan Pangeran Baragung. Yang diceritakan hanya Pangeran Bukabu dan Pangeran Baragung meninggal dunia. Jenazah Pangeran Bukabu dimakamkan di Bukabu (sekarang Bukabu menjadi sebuah desa di Kecamatan Ambunten Kabupaten Sumenep). Sedangkan Pangeran Baragung dimakamkan di Baragung (sekarang Baragung menjadi sebuah desa di Kecamatan Guluk-Guluk Kabu­paten Sumenep). Pangeran Bukabu banyak menurunkan Para Kyai dan alim ulama di Madura umumnya dan di Sumenep pada khususnya.

Pangeran Baragung meningggalkan seorang puteri yang bernama Endhang Kilengan. Ia bersuamikan Bramakanda. Dan, dalam perkawinannya itu, mereka dikarunia seorang putera yang bernama Wagungrukyat. Setelah Wagungrukyat menginjak dewasa, ia menjadi raja di Sumenep, dengan julukan Pangeran Saccadining­rat. Keratonnya terletak di Desa Banasare (sekarang Ba­nasare termasuk Kecamatan Rubaru).

Pangeran Saccadiningrat kawin dengan saudara sepupu ibunya, yaitu Dewi Sarini. Tidak lama mereka dikaruniai seorang puteri bernama Saini, dengan julukan Raden Ayu Potre Koneng. Kulitnya mengkilat serta me­miliki wajah yang sangat cantik.

 

Komentar (2) | Views: 1632

Selengkapnya...
 
Kerapan Sapi Cetak halaman ini
Oleh : Bangkalan Memory   
Minggu, 29 Maret 2009
 
Madura tidak hanya terkenal karena hasil garamnya, namun lebih daripada itu Pulau Madura dikenal dengan tradisi adu pacu sapinya yang disebut "kerapan". Kebiasaan memacu binatang peliharaan di arena memang sudah menjadi kegemaran penduduk Madura sejak dahulu kala. Di Madura tidak hanya hewan peliharaan sapi yang diadu cepat, tetapi juga kerbau seperti yang terdapat di Pulau Kangean. Adu cepat kerbau itu disebut "mamajir". Sapi atau kerbau yang adu cepat itu, dikendarai oleh seorang joki yang disebut tukang tongko. Tukang tongko tersebut berdiri di atas "kaleles" yang ditarik oleh sapi atau kerbau pacuan.
 

Be first to comment this article | Views: 2555

Selengkapnya...
 
TENGGELAMNYA KAPAL KANGEAN Cetak halaman ini
Oleh : Bangkalan Memory   
Minggu, 25 Januari 2009
 
Pada kira-kira bulan Agustus 1946, menjelang Maghrib, Abusiri (kini Kolonel Polisi Purnawirawan) mengantarkan teman seangkatan, M. Ng. Sulaiman, ke pelabuhan Tanglok, Sampang. Ia diutus oleh pimpinan Kepolisian Karesidenan ke Kantor Polisi Pusat di Purwokerto, oleh sebab itu ia dengan 83 penumpang lainnya naik kapal Kangean (sebesar kurang lebih kapal PJKA), menuju ke Probolinggo. Kapal ini pernah dipakai rombongan Mr. sis. Cakraningrat (Bupati Bangkalan) waktu mau memperistrikan Ratu Pembayun dari Kraton Solo.
 

Be first to comment this article | Views: 1794

Selengkapnya...
 
SAPE SONOK Cetak halaman ini
Oleh : Bangkalan Memory   
Sabtu, 06 Desember 2008
 
Simbol Keramahan Masyarakat Madura


Oleh Moh Rusdi
Pemerhati masalah sosial dan kebudayaan

Salah satu pertunjukan kebudayaan yang khas dan unik di Madura adalah adanya lotrengan atau sape sono'. Meski telah dibanjiri berbagai pertunjukan modern yang relatif lebih praktis dan menjanjikan kepuasan yang berlebih, lewat sape sono', masyarakat Madura membuktikan bahwa warisan kebudayaan nenek moyang lebih mempunyai nilai filosofi yang tinggi.
 

Be first to comment this article | Views: 1612

Selengkapnya...
 
SEJARAH KOTA SAMPANG Cetak halaman ini
Oleh : Bangkalan Memory   
Sabtu, 06 Desember 2008
 
Pada Zaman Majapahit di Sampang ditempatkan seorang Kamituwo yang pangkatnya hanya sebagai patih, jadi boleh dikatakan kepatihan yang berdiri sendiri. Sewaktu Majapahit mulai mundur di Sampang berkuasa Ario Lembu Peteng, Putera Raja Majapahit dengan Puteri Campa.
 

Komentar (6) | Views: 2325

Selengkapnya...
 
SEJARAH DAN MAKNA PEMUGARAN MASJID AGUNG BANGKALAN Cetak halaman ini
Oleh : Bangkalan Memory   
Jumat, 21 November 2008

 

masjid_1.jpg

 

Konon dalam ungkapan cerita para sesepuh yang sudah merakyat bahwa Sultan R. Abd. Kadirun selain terkenal sebagai Sultan yang digdaya, juga dikenal sebagai Sultan yang soleh dan alim dalam ilmu agama.
 

Komentar (2) | Views: 2801

Selengkapnya...
 
SEJARAH KABUPATEN PAMEKASAN Cetak halaman ini
Oleh : Bangkalan Memory   
Kamis, 06 November 2008
 
Kabupaten Pamekasan lahir dari proses sejarah yang cukup panjang. Istilah Pamekasan sendiri baru dikenal pada sepertiga abad ke-16, ketika Ronggosukowati mulai memindahkan pusat pemerintahan dari Kraton Labangan Daja ke Kraton Mandilaras. Memang belum cukup bukti tertulis yang menyebutkan proses perpindahan pusat pemerintahan sehingga terjadi perubahan nama wilayah ini. Begitu juga munculnya sejarah pemerintahan di Pamekasan sangat jarang ditemukan bukti-bukti tertulis apalagi prasasti yang menjelaskan tentang kapan dan bagaimana keberadaannya.
 

Be first to comment this article | Views: 3743

Selengkapnya...
 
UPACARA ADAT PENGANTIN DAN BUSANA SUMENEP Cetak halaman ini
Oleh : Bangkalan Memory   
Jumat, 17 Oktober 2008
 
Perkawinan merupakan Upacara paling sakral dalam perjalanan kehidupan manusia. Suatu kenyataan bahwa Indonesia terdiri atas beberapa Suku Bangsa, Agama, Adat Istiadat yang berbeda, dengan latar belakang sosial budaya yang beraneka ragam. Masing-masing daerah mempunyai tata cara tersendiri .tak terkecuali dalam adat prosesi perkawinannya, baik Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Madura pada umumnya. Pada Upacara Perkawinan biasanya kedua mempelai dirias berbusana secara khusus.
 

Be first to comment this article | Views: 3723

Selengkapnya...
 
DAFTAR NAMA RAJA DAN BUPATI SUMENEP Cetak halaman ini
Oleh : Bangkalan Memory   
Jumat, 19 September 2008

Berikut Daftar Nama Raja dan Bupati Sumenep

Klik Link ini untuk memperbesar 

 

Be first to comment this article | Views: 3962

 
LALAMARAN (KABUPATEN SUMENEP) Cetak halaman ini
Oleh : Bangkalan Memory   
Kamis, 11 September 2008


Wilayah Sumenep waktu jaman kerajaan Singasari, (Raja Kertanegara, 1268-1292) dipimpin oleh Ario Wiraraja atau Ario Banyak Wide. Pada masa awal pemerintahan kerajaan Majapahit Aria Wiraraja banyak membantu Raden Wijaya, akhirnya la di beri kekuasaan di Lumajang. Sumenep dipimpin oleh Aria Bangah, yang keratonnya berada di desa Benasareh, Rubaru (Sumenep). Selanjutnya pimpinan diganti oleh puteranya yang bernama Ario Danurwendo yang bergelar Lembusuranggono dimana keratonnya di pindah di desa Tanjung, daerah Bluto. Dengan kisah singkat ini dapat dikatakan bahwa wilayah Sumenep telah memasuki peradaban yang tinggi pada abad ke-13.  

Be first to comment this article | Views: 2102

Selengkapnya...
 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 Selanjutnya > Akhir >>

Hasil 1 - 26 dari 130
Hak Cipta © 2007,2008,2009 Bangkalan-Memory
email : admin@bangkalan-memory.net