|
Konon
pada abad ke-18 di Madura Marat tepatnya di Kecamatan Socah saat kemanten pria
akan masuk demarkasi kemanten wanita. Biasanya dialog itu dibawakan oleh
beberapa orang tua-tua yang didampingi oleh seorang pendekar. Dipihak kemanten
wanita telah tersedia beberapa orang tua-tua pula yang didampingi oleh seorang
pendekar. Awalnya dialog dibawakan oleh para orang tua dari pihak temanten
pria, biasanya dengan cara berpantun. Kemudian ada jawaban dari para orang tua
pihak temanten wanita. Apabila dialog tersebut ada ketidakcocokan, biasanya
terjadi perkelahian hebat. Sebaliknya apabila dialig itu bisa cocok, maka
temanten pria bisa masuk ke keluarga temanten wanita.
Masuknya
temanten pria biasanya disambut dengan "kuda yang bisa menari". Kuda-kuda tadi
jauh sebelumnya memang sudah dilatih untuk bisa menari dengan gaya khas. Kuda itu
bisa berjoget, bahkan duduk bersila seraya menyembah. Nah kuda itulah yang
lazimnya disebut "Jaran Kenca'" (kuda yang bisa menari), biasanya kuda tadi
menari bersama dua orang bocah yang lazim disebut "Mantan Toddhu'", Memang, kedatangan temanten pria amat meriah dan
diselingi suara bunyi-bunyian khas Madura Barat. Selain itu ada juga para
wanita cantik yang ikut menyambut kedatangan rombongan temanten pria, dengan
membawa kue terbuat dari ketan yang disebut "tettel".
Dipilihnya
makanan "tettel" ternyata mengandung
arti, bahwa nantinya dua sejoli diharapkan hidup rukun abadi laksana ketan yang
selalu lengket dan sulit dilepaskan. Selain itu juga dibawakan beberapa sisir
pisang yang artinya dua sejoli itu janganlah mati sebelum mempunyai anak
beranak laksana pohon pisang yang berbuah beberapa sisir.
Jaman silih berganti,
budaya bangsa sudah banyak berubah. Maka wajar apabila tarian "jaran kenca' ini
kehadirannya sudah mulai pudar. Tarian yang menggambarkan seekor kuda yang
tidak kalah dengan manusia dalam berolah tari, di Kabupaten Bangkalan pun sudah
jarang digelarkan, namun ada satu tekad dari kita untuk menggali seni dan
budaya Bangkalan, yang selanjutnya dikembangkan agar dikenal hingga ke pelosok
Nusantara.
Views: 373
|
- Silakan untuk mengisi komentar yang tidak keluar dari topik artikel.
- Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
- Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
| |