.

Translate

Daftar Pada Forum

Silahkan Login untuk masuk pada forum kami:





Lupa Kata Sandi?
Bukan Anggota, Silahkan? Daftar

Menu Utama

Kolom Prestasi



( Klik Gambar )

Dukung Kami

Kami menerima donasi bagi para donatur yang perduli, melalui paypal dengan jumlah minimum $2 
Nama-nama para donatur akan kami kami masukkan pada halaman khusus donasi. Terima kasih

Pesan Anda

Jumlah Pengunjung

Hari Ini164
Kemarin219
Minggu ini1940
Bulan ini2729
Semua59986

(C) Bangkalan-Memory

Support

Polls

Apakah anda mendukung website bangkalan memory ini:
 
Pemerintah Memblokir Situs Porno Pendapat anda ?
 

Jadwal Sholat

Bookmark Kami !

Berlangganan Artikel

Masukkan Alamat email anda:

Delivered by FeedBurner

Powered by FeedBurner

Komunitas

Top Indo

 


MusicPlaylist

 

Website Stats


Links to Site

Home
MET LEBARAN.png
Selamat Datang di Bangkalan Memory, Website ini merupakan dedikasi kami dalam melestarikan peninggalan Budaya serta Sejarah Kota Bangkalan.
SENI TARI BAHHONG Cetak halaman ini
Oleh : Bangkalan Memory   
Minggu, 15 Juni 2008
 
bahhong.jpg

 
Seni Tari tradisi Bahhong ini berasal dari sebuah Desa Katol Barat yang terbilang gersang dan tandus di daerah Kecamatan Geger, Kabupaten Bangkalan. Walaupun desa ini gersang dan tandus tetapi di desa ini kaya akan budaya yang perlu dikembangkan, salah satunya adalah kesenian Bahhong
 
Bahhong bersal dari kata "Bah" yang berarti manembah, berdoa, memuji dan kata "Hong" yang berarti Tuhan dalam istilah Hindu kuno. Jadi Bahhong bermakna memuji kebesaran Tuhan Yang Maha Esa.

Kesenian ini merupakan kesenian yang lahir di jaman peralihan Hindu ke Islam. Hal ini dapat diketahui dari syair dan bentuk sesajen yang harus disajikan sebelum Bahhong digelar. Kalau kita cermati dari syair lagu yang sangat sulit dimengerti, syair itu berisi pujian atau pemujaan orang-orang Hindu kuno.

Salah satu yang unik dari kesenian ini adalah bahwa penyaji pujian Bahhong ini tidak boleh dilakukan oleh orang yang bukan keturunan langsung dari Buju' yang menciptakannya. Karena menurut mereka kalau hal tersebut dilakukan maka akan mengakibatkan hal-hal yang tidak diinginkan, seperti kesurupan yang berkepanjangan bahkan bisa sampai gila, sejak awal kesenian ini sampai sekarang para pelaku merupakan keturunan langsung dari buju'. Disaat acara Bahhong ini dilaksanakan, penonton dilarang tertawa atau menertawai perilaku atau syair-syair yang sulit dimengerti. Bahkan pemotretanpun dilarang karena akan berakibat hal-hal yang tidak dinginkan. Untuk memotret Bahhong ini perlu ada ijin dari pimpinan kelompok tetapi resiko ditanggung oleh pemotret.
 
Pagelaran Bahhong ini terdiri dari 7 (tujuh) babak atau dalam istilah mereka disebut "Petto' Grabhagan". Ada salah satu babak yang menarik yaitu Grabhagan Pajuan (menari) dimana pada babak ini penonton yang berminat diperkenankan berdiri seraya memberi tanda selamat berupa uang yang diselipkan ditutup kepala atau saku pimpinan kelompok ini. Hal ini biasanya dilakukan oleh penonton yang mempunyai hajat atau keperluan. Uang yang diberikan pun bervariasi karena kelompok pujian ini sejak awal sangat dilarang untuk menentukan nilai atau harga dari pagelarannya. Hingga saat ini kesenian ini tetap eksis di jaman yang semakin modern dan berteknologi ini.
 

Views: 524

  Be first to comment this article
RSS comments

Beri Komentar
  • Silakan untuk mengisi komentar yang tidak keluar dari topik artikel.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail
Homepage
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code
I wish being prevented by email of the comments which will follow

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >
Hak Cipta © 2007,2008 Bangkalan-Memory
email : admin@bangkalan-memory.net