.

Daftar Pada Forum

Silahkan Login untuk masuk pada forum kami:





Lupa Kata Sandi?
Bukan Anggota, Silahkan? Daftar

Menu Utama

Kolom Prestasi



( Klik Gambar )

Dukung Kami

Kami menerima donasi bagi para donatur yang perduli, melalui paypal dengan jumlah minimum $2 
Nama-nama para donatur akan kami kami masukkan pada halaman khusus donasi. Terima kasih

Pesan Anda

Jumlah Pengunjung

Hari Ini217
Kemarin203
Minggu ini615
Bulan ini5438
Semua49372

(C) Bangkalan-Memory

Support

Polls

Apakah anda mendukung website bangkalan memory ini:
 
Pemerintah Memblokir Situs Porno Pendapat anda ?
 

Jadwal Sholat

Bookmark Kami !

Berlangganan Artikel

Masukkan Alamat email anda:

Delivered by FeedBurner

Powered by FeedBurner

Komunitas

Top Indo

 


MusicPlaylist

 

Website Stats


Links to Site

Home arrow Artikel arrow KA’ OKKE’ BANYUSANGKA NAN MEMPESONA
Selamat Datang di Bangkalan Memory, Website ini merupakan dedikasi kami dalam melestarikan peninggalan Budaya serta Sejarah Kota Bangkalan.
KA’ OKKE’ BANYUSANGKA NAN MEMPESONA Cetak halaman ini
Oleh : Bangkalan Memory   
Minggu, 01 Juni 2008
 
Upacara "Temu Pengantin" yang berasal dari daerah pesisir tepatnya Banyusangka Kecamatan Tanjung Bumi, telah ada sejak puluhan tahun lalu dan tetap dilestarikan oleh warga setempat sebagai budaya turun-temurun yang tidak akan pernah sirna.
 
Oleh warga Banyusangka, upacara "Temu Pengantin" itu lazim disebut "Ka' Okke'", yang ternyata menjadi asset wisata budaya bagi Kabupaten Bangkalan. Pada festival penganten adat dalam rangkaian Pekan Budaya Jawa Timur tahun 1989 di Surabaya, upacara adat penganten Ka' Okke' berhasil tampil dalam sepuluh terbaik. Membanggakan, memang.
 
Ka' Okke' berasal dari kata Okke' yang berarti membuka sesuatu dengan alat kecil seperti obeng. Dalam hal upacara "temu pengantin", ada dua tokoh atau pujangga yakni satu dari mempelai wanita dan satu lagi dari mempelai pria. Kedua pujangga tadi kemudian ber-Ka' Okke' untuk mempertemukan mempelai pria dan wanita. Kedua pujangga atau dikenal dengan pengidung, saling berdialog dalam tembangan yang syairnya bertema kasmaran dan artate.
 
Dialog dalam bentuk tetembangan dilakukan didepan rumah mempelai waita, saat mana mempelai pria jongkok sambil menyembah di luar pagar. Selesai pujangga dari pihak mempelai wanita memberi sahutan dari dalam pagar, maka barulah mempelai pria diperbolehkan masuk untuk menemui pasangan yang dicintainya itu. Begitu kedua mempelai dipertemukan, mereka tidak duduk kuade seterti umumnya pengantin lainnya. Kedua mempelai justru duduk dilantai beralaskan tikar. Setelah keduanya melakukan sembah pada orang tua serta para kerabat, mempelai wanita kemudian dipangku oleh pasangannya di depan para undangan.
 
Adapun busana yang dikenakan pengantin pria dan riasan bagi pengantin wanita, dipengaruhi tata busana Suku Banjar di Kalimantan dan Nusa Tenggara yang kemudian dipadu dengan pernik-pernik gaya khas Madura sendiri. Pengaruh-pengaruh semacam itu bukan berarti adanya pergesekan dengan budaya pendatang, tetapi semua itu akibat banyaknya penduduk pesisiran Madura yang telah mempelajarinya dari daerah lain diluar pulau. Maklum, kehidupan mereka sebagai nelayan biasa berlayar hingga ke wilayah-wilayah yang jauh sampai luar pulau.
 
Adapun urutan tata Upacara Ka' Okke' secara rinci sebagai berikut :
 
  1. Keluarga pengantin wanita menunggu kedatangan rombongan pengantin pria.
  2. Apabila sudah tiba, di luar pagar rumah itu sipengantin pria jungkok sambil menyembah.
  3. Pujangga pihak pengantin pria mencabut keris kemantin, dianggat dan mulailah dia berdialog dan menembang.
  4. Pujangga pihak wanita menyahutinya, juga dengan menembang.
  5. Dialog dan tembang dilakukan diluar pagar dan diberi sahutan dari dalam pagar.
  6. Terakhir kedua pengantin dipertemukan.
Kini Ka' Okke' dihidupkan kembali, dengan cara sering mempergelarkan upacara Ka' Okke' di Pendopo Kabupaten Bangkalan. Ternyata mendapat perhatian cukup besar dari kalangan muda-mudi, bahkan mereka ingin kelak menjadi kemantin bakal menggunakan tata cara perkawinan adat Ka' Okke'. Upaya lain menjadikan adat pengantin Ka' Okke' sebagai paket Budaya Kabupaten Bangkalan. Karena adat upacaranya yang mempesona dan keindahan busana pengantinnya itulah, kelak bisa digemari wisatawan asing dan domestik.
 

Views: 220

  Be first to comment this article
RSS comments

Beri Komentar
  • Silakan untuk mengisi komentar yang tidak keluar dari topik artikel.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail
Homepage
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code
I wish being prevented by email of the comments which will follow

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >