|
Setelah tertangkapnya Mayor Abu Djamal maka untuk
penghargaan dan kelanjutan perjuangan rakyat Madura oleh Panglima Divisi telah
diangkat Komandan Tentara di Madura yang baru yaitu Mayor Slamet Ali Yunus
dengan tugas untuk melakukan konsolidasi bekas anggota-anggota Resimen 35
Batalyon 35 Jokotole, serta melaksanakan pembentukan Komando Militer di Madura
dengan unsur unsurnya komando2 Distrik Militer pada tiap2 Kabupaten di Madura.
Menurut
laporan dari Kapten R. Salik Munir, Letnan Satu Hafiludin, dan Letnan Djojo
Syaer Bachtiar,sebelum Mayor Ali Yunus mendapat tugas memimpin kesatuan
Jokotole dan membawanya pulang ke Madura, maka keadaan kesatuan tersebut sebagai
berikut :
- Pada tanggal
06 Juni 1949 Mayor Hanafi datang dan ia telah memberikan petunjuk2 supaya
kekuatan kesatuan Jokotole disusun kembali dengan mencari anak buah yang
terpisah dari kesatuannya.
- Pada tanggal
09 Juni 1949 telah diadakan rapat yang dihadiri Letnan Satu keatas dengan
mencetuskan kebulatan tekad sebagai berikut : Status kesatuan Jokotole tidak
boleh hilang dan usaha kembali ke Madura harus terus di upayakan.
- Pada tanggal
10 Juni 1949 diadakan rapt untuk mengadakan reformasi pasukan yang dipimpin Kapten
Hamid, sedang Mayor Hanafi atas kebijaksanaannya tidak ikut hadir.
- Pada hari-hari
berikutnyaKompi II telahdisusun kembali denagn mendapat tambahan dari Seksi
Ismail bekas anggota dari Batalyon Mayor Halik.
- Pada tanggal 6
September 1949 Mayor Ali Yunus sebagai perwira urusan Madura menerima tugas dan
tanggung jawab untuk mengadakan rekonsolidasi bekas anngota Resimen 635
Jokotole dan membentuk Komando Militer di Madura.
Adapun
sebagai Ajudan I ditunjuk Letnan Muda (reserve) Mohammad Hasan dan sebagai
ajudan II ialah Letnan Muda( Reserve ) Mohammad Kemal. Ajudan yang ke dua ini
banyak mendapat tugas luar mereka adalah pelajar pejuang Madura yang
menggabungkan diri kepada Resimen 35 Jokotole.
Setelah
Komando Militer daerah Madura yang dipimpin oleh Mayor Slamet Ali Yunus
memasuki pulau Madura menuju berpusat di Pamekasan selanjutnya Kompi disebar
antara lain :
- Satu Kompi
dipimpin oleh Kapten Abdul Hamid ditempatkan di Bangkalan serta Perwira
penghubung Letnan Satu Hafiluddin.
- Satu Kompi
dipimpin oleh Kapten Mudhar ditempatkan di Sampang, serta Perwira penghubung
Letnan Satu A. Sayuti Wijaya.
- Satu Kompi
dipimpin oleh Kapten Salik Munir ditempatkan di Pamekasan serta Perwira
penghubung Letnan satu Rahmatullah.
- Satu Kompi
dipimpin oleh Kapten Ahmad ditempatkan di Sumenep serta Perwira penghubung
Letnan Satu Imam Jufri.
Selanjutnya
para bekas Batalyon Cakra yang telah bersedia masuk APRIS dipimpin oleh
Klapport ditempatkan di komplek gudang Garam Kalianget Sumenep, sedangkan yang
tidak bersedia masuk APRIS kurang lebih ada satu Kompi, mereka pulang kekampung
masing-masing. Adapun Batalyon VB yang dipimpin oleh Mayor Ismail di Pamekasan
dipindah ke Territorial VII Makassar dan menjelma menjadi Batalyon 711.
Perwira-perwira
staf Komando Militer daerah ( KMD ) Madura ialah :
- Mayor Slamet
Ali Yunus, Komandan KMD
- Kapten Abdul
Fatah
- Letnan Satu
Ibnu Hosen Niti Soedjono, Sie I
- Letnan Satu
Mohammad Saleh, Sie II/Sekretaris
- Letnan Dua
Achmad basuni, Sie III
- Letnan Dua
Abdul Majid dan
- Kompi Mochtar.
Views: 338
|
- Silakan untuk mengisi komentar yang tidak keluar dari topik artikel.
- Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
- Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
| |