.

Daftar Pada Forum

Silahkan Login untuk masuk pada forum kami:





Lupa Kata Sandi?
Bukan Anggota, Silahkan? Daftar

Menu Utama

Kolom Prestasi



( Klik Gambar )

Dukung Kami

Kami menerima donasi bagi para donatur yang perduli, melalui paypal dengan jumlah minimum $2 
Nama-nama para donatur akan kami kami masukkan pada halaman khusus donasi. Terima kasih

Pesan Anda

Jumlah Pengunjung

Hari Ini170
Kemarin236
Minggu ini806
Bulan ini1454
Semua45388

(C) Bangkalan-Memory

Support

Polls

Apakah anda mendukung website bangkalan memory ini:
 
Pemerintah Memblokir Situs Porno Pendapat anda ?
 

Jadwal Sholat

Bookmark Kami !

Berlangganan Artikel

Masukkan Alamat email anda:

Delivered by FeedBurner

Powered by FeedBurner

Komunitas

Top Indo

 


MusicPlaylist

 

Website Stats


Links to Site

Home arrow Artikel arrow GERAKAN OPERASI KEMBALI KE MADURA
Selamat Datang di Bangkalan Memory, Website ini merupakan dedikasi kami dalam melestarikan peninggalan Budaya serta Sejarah Kota Bangkalan.
GERAKAN OPERASI KEMBALI KE MADURA Cetak halaman ini
Oleh : Bangkalan Memory   
Minggu, 24 Pebruari 2008
 
Perintah Panglima divisi kepada komandan Batlyon 635.

Pada tanggal 18 Desember 1948 Belanda mengadakan serangan utama ke Yokyakarta dan selama itu pula di Jawa Timur pasukan Belanda mulai serangan serempak dari malang melalui Blitar dan Kediri dan dari Mojokerto,Jombang, Kertosono, Madiun dan sekitarnya dan diutara dari Gresik, Lamongan, Babat, Bojonegoro dan sekitarnya yang disebut Class II.
 

Bersama dengan itu Panglima Divisi memberi perintah kepada Batalyon 635 untuk menyusup kembali ke Madura sesuai dengan sistem Wehrkreis dipimpin oleh Mayor Abu Djamal sendiri. Dalam rangka pelaksanaan perintah2 tersebut disusun rencana sebagai berikut :

  • Kompi Salik supaya mendekati kota Gresik sambil membantu Batalyon Sunaryadi dan kalau mungkin melalui Gresik menuju ke bangkalan (masuk pulau Madura).
  • Kompi I Hamid bergerak dan ngimbang melewati Lamongan mengikuti dan memperkuat pasukan Kompi Salik dengan tugas yang sama.
  • Kompi Karim ditambah dengan satu peleton gabungan menggabungkan diri dengan brigade Jember yang melewati Batu masuk ke Kresidenan Malang menuju ke Kresidenan Besuki.
  • Komandan Batalyon 635 disamping oleh Mohammad Noer sebagai ketua Pemerintahan bayangan dan Amien Ja'far  sebagai pemimpin kelasykaran beserta staf siap bergerak maju melaluli Pare, Mojowarno, Mojoaging, Mojokerto dengan maksud masuk ke Surabaya dengn tujuan ahir Madura.
Sesuai dengan bunyi perintah masing2 kesatuan yang berkepentingan bergerak ke arah sasaran (Madura) berita dari Malang diterima bahwa Kompi Jokotole yang menuju ke arah Situbondo terlibat pertempuran dengan Tentara Belanda di derah sebelah Timur gunung Arjuno dan kocar kacir sehingga banyak yang meninggal.
 
Staf Batalyon 635 yang dipimpin oleh Mayor Abu Djamal sendiri sudah sampai di Mojosari dan Mojowarno. Diterima kabar bahwa Amien Ja'far tewas didaerah Jombang pada waktu ia berusaha bergabung dengan Batalyon 635 di Mojosari.
 
Dari Mojosari Mayor Abu Djamal dengan staf berpisah dengan Mohammad Noer dan Staf untuk menghindari serbuan Belanda, karena jika berkelompok dengan jumlah yang besar akan lebih berbahaya.
 
Dari Mojosari Mayor Abu Djamal dengan staf berpisah dengan Mohammad Noer dan Staf untuk menghindari serbuan Belanda, karena jika berkelompok dengan jumlah yang besar akan lebih berbahaya. Mayor Abu Djamal dan staf bergerak maju kekota Mojokerto dan diluar Kota Mojokerto bergabung dengan Kompi Kalal Hitam dari Pesantren Tebu Ireng Jombang, diwaktu istirahat disuatu rumah Lurah disebelah Timur Mojokerto, kelompok Abu Djamal yang terdiri dari Lima Perwira termasuk Kapten Abdullah dan Letnan Satu Abdul Kadir dikepung oleh Tentara Belanda dengan muntahan tembakan yang gencar sambil membakar rumah Lurah yamg ditempati, disini Mayor Abu Djamal dan kawan- kawan ditangkap oleh Belanda dan dibawa ke kota Mojokerto, terus dibawa ke Surabaya dan dimasukan ke penjara Kali Sosok dengan catatan bahwa Mayor Abu Djamal terluka kena tembak disebelah punggung bawah belakang. Dengan tertangkapnya pimpinan Batalyon Jokotole dan kawan- kawan putuslah hubungan dengan dunia luar, maka agar gerak operasi di Madura bisa di lanjutkan, pimpinan diperolah Kapten Angkatan Darat, R. Abdul hamid.
 

Views: 310

  Be first to comment this article
RSS comments

Beri Komentar
  • Silakan untuk mengisi komentar yang tidak keluar dari topik artikel.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail
Homepage
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code
I wish being prevented by email of the comments which will follow

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >