.

Daftar Pada Forum

Silahkan Login untuk masuk pada forum kami:





Lupa Kata Sandi?
Bukan Anggota, Silahkan? Daftar

Menu Utama

Kolom Prestasi



( Klik Gambar )

Dukung Kami

Kami menerima donasi bagi para donatur yang perduli, melalui paypal dengan jumlah minimum $2 
Nama-nama para donatur akan kami kami masukkan pada halaman khusus donasi. Terima kasih

Pesan Anda

Jumlah Pengunjung

Hari Ini171
Kemarin236
Minggu ini807
Bulan ini1455
Semua45389

(C) Bangkalan-Memory

Support

Polls

Apakah anda mendukung website bangkalan memory ini:
 
Pemerintah Memblokir Situs Porno Pendapat anda ?
 

Jadwal Sholat

Bookmark Kami !

Berlangganan Artikel

Masukkan Alamat email anda:

Delivered by FeedBurner

Powered by FeedBurner

Komunitas

Top Indo

 


MusicPlaylist

 

Website Stats


Links to Site

Home arrow Artikel arrow RAKYAT MADURA SELAMA PENDUDUKAN BELANDA
Selamat Datang di Bangkalan Memory, Website ini merupakan dedikasi kami dalam melestarikan peninggalan Budaya serta Sejarah Kota Bangkalan.
RAKYAT MADURA SELAMA PENDUDUKAN BELANDA Cetak halaman ini
Oleh : Bangkalan Memory   
Jumat, 04 Januari 2008

Dengan jatuhnya Pulau Madura ke tangan Belanda yang disusul dengan hijrahnya unsur-unsur perjuangan dan seluruh kekuatan tentara kita termasuk unsur-unsur Pemerintah Sipilnya ke Jawa maka untuk eksitensinya rakyat Madura diatas disamping pengkonsilidasian kesatuan-kesatuan Tentara unsur Resimen 35 Jokotole menjadi Batalyon 635 Jokotole.
 

SIASAT PERJUANGAN KAUM REPUBLIKEIN, PEMBENTUKAN PEMERINTAH BAYANGAN.
 
Unsur-unsur perjuangan Madura yang juga ada di Pulau Jawa telah membentuk aparat pemerintahan Sipil Bayangan Madura yang mendapat persetujuan dari Kementerian Dalam Negeri Yokyakarta dengan susunan personilnya sebagai berikut  :
 
  1. Sebagai ketua Pemerintah Bayangan ditunjuk R.P Moh. Noer berkedudukan di Blitar/Lamongan.
  2. K.H Amien Jakfar ditunjuk untuk memimpin dan mengkonsolidir kelasykaran rakyat Madura dan berkedudukan di Tebu Ireng  Jombang.
  3. Mayor Abu Jamal ditunjuk sebagai Komandan Tentara untuk Madura berkedudukan di Kediri.
Persetujuan dan pengakuan tersebut disambut dengan suatu kegembiraan dan kebanggaan lebih mempertebal tekad dan semangat para pejuang yang berasal dari daerah Madura untk melanjutkan perjuangan.
 
PENGARUH POLITIS DAN PSIKOLOGIS.
 
Pembentukan dan pengesahan "Pemerintahan Bayangan Madura" terutama dimaksudkan untuk mengembalikan kepercayaan rakyat Madura, bahwa Pemerintah Madura beserta pimpinan masih tetap ada (Stiil Existing) hal mana secara politis dan psikologis menjamin tidak adanya vakum pemerintahan, sekiranya tidak dapat lagi merebut madura banyak kaum Republieken yang hijrah ke Jawa terrrasaaa sangat merugikan karena memperkuat posisi Negara Madura yang mengurangi landasan berpijak dalam usaha dalam mangadakan infiltrasi dari luar.
 
Situasi dan kondisi keadaan Madura seperti ini tidak luput dari pengamatan R.P Mohammad Noer sebagai pimpinan Pemrintahan Kresidenan Madura dalam pengasingan yang berkedudukan di Gresik-Lamongan maka ahirnya disepakati bahwa harus ada yang kembali ke Madura dengan tugas Khusus/Ilegal yang bersifat pokitis Psikologis yaitu :
 
  1. Mengadakan pendekatan kepada Pejabat-Pejabat yang diperkirakan masih berjiwa Republikein.
  2.  Dalam pembentukan parlemen Negara Madura mengupayakan agar calon-calon yang diajukan sebanyak mungkin orang kita .
  3.  Menyusun organisasi ilegal tanpa bentuk dengan sistem sel.
  4.  Hubungan laporan priodik Bangkalan-Gresik dengan kurir.
  5.  Aksi ilegal ini hanya dapat dipertahankan beberapa bulan saja.
HUBUNGAN DENGAN RAKYAT DIDAERAH PENDUDUKAN.  
 
Pengaruh politis psikologis hendaknya diperkuat dengan memelihara hubungan komunikasi dengan rakyat dan pimpinan2 di Madura dengan mengirimkan utusan-urusan yang dapat dipercaya untuk masuk menyusup kedaerah Madura.
 
Diantaranya telah diutus Letnan Dua Tituler Safiun untuk menyelinap ke Madura dengan sekedar membawa uang Republik Indonesia untuk disampaikan kepada keluarga-keluarga pejuang yang tinggal di Madura dan hidup dibawah kekangan/tekanan tentara Belanda sebagai pertanda bahwa pemerintah bayangan Madura masih ada dan tetap memperhatikan mereka.
 
Ia secara kebetulan cukup lama mendampingi Mayor Abu Jamal baik dalam perjuangan di Madura maupun dalam melaksanakan pengumpulan dana logistik dan lain-lain diperwakilan Madura, jalan Jetis Harjo no. 26 Yokyakarta tak lama kemudian ia dikirim  oleh pemerintah Republik Indonesia yang bermarkas dijalan jetis Harjo no. 26 Yokyakatrta. Sebelumnya diadakan persiapan-perjalanan dan sesudah Negara Madura berdiri GPM menghadap Presiden RI di Yokyakarta.
 
Disamping itu himbauan disampaikan kepada masyarakat terutama masyarakat Madura melalui radio dan maas media pengurusnya adalah sebagai berikut :
Ketua  :  Mohammad Kafrawi
Wakil ketua  :  M. Tabrani
Sekretaris I  :  M. Sulaiman
Sekretaris II  :  Ishak Suriodiputro
Bendahara  :  M. Senosastro
 
 
GPM ini bermarkas dijalan Jetisharjo no 26 Yokyakarta yang juga sebagai tempat :
  • Perwakilan Resimen 635
  • Sumber informasi Biro Kabinet urusan daerah kependudukan pualu Madura.
 
Rumah tersebut sekarang menjadi Hotel Mustokoweni.
 

Views: 397

  Be first to comment this article
RSS comments

Beri Komentar
  • Silakan untuk mengisi komentar yang tidak keluar dari topik artikel.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail
Homepage
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code
I wish being prevented by email of the comments which will follow

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >