.

Daftar Pada Forum

Silahkan Login untuk masuk pada forum kami:





Lupa Kata Sandi?
Bukan Anggota, Silahkan? Daftar

Menu Utama

Kolom Prestasi



( Klik Gambar )

Dukung Kami

Kami menerima donasi bagi para donatur yang perduli, melalui paypal dengan jumlah minimum $2 
Nama-nama para donatur akan kami kami masukkan pada halaman khusus donasi. Terima kasih

Pesan Anda

Jumlah Pengunjung

Hari Ini168
Kemarin236
Minggu ini804
Bulan ini1452
Semua45386

(C) Bangkalan-Memory

Support

Polls

Apakah anda mendukung website bangkalan memory ini:
 
Pemerintah Memblokir Situs Porno Pendapat anda ?
 

Jadwal Sholat

Bookmark Kami !

Berlangganan Artikel

Masukkan Alamat email anda:

Delivered by FeedBurner

Powered by FeedBurner

Komunitas

Top Indo

 


MusicPlaylist

 

Website Stats


Links to Site

Home
Selamat Datang di Bangkalan Memory, Website ini merupakan dedikasi kami dalam melestarikan peninggalan Budaya serta Sejarah Kota Bangkalan.
HIJRAH MERUPAKAN STRATEGI RESIMEN JOKOTOLE Cetak halaman ini
Oleh : Bangkalan Memory   
Jumat, 04 Januari 2008

Setelah satu peleton tentara Belanda menyusup ke lembah pesantren pada tanggal 10 Agustus 1947, di Sektor I Madura Barat Komandan Batalyon segera mengadakan pertemuan dengan komandan Kompi dan mengadakan evaluasi keadaan dengan kesimpulan bahwa persediaan amunisi dan makanan tipis.


HIJRAH DARI FRONT MADURA BARAT KE TUBAN.

Persediaan mesiu hanya cukup untuk 30 menit tempur, rakyat mulai apatis kepada tentara kita dengan segan membantunya. Hal mana salah satu akibat dari kedatangan Van der Plas yang mempengaruhi Kyai Jambu dengan membawa oleh -oleh Alqur'an dan sajadah.

Diputuskan bahwa anggota tentara Batalyion I Resimen 35 agar tidak tertangkap Belanda dan senjata - senjata jangan sampai jatuh ketangan musuh, maka pasukan harus meninggalkan daerah pertempuran di Bangkalan dan evakuasi ke Jawa, serta melanjutkan perjuangan disana .

Berita tentang hijrah Batalyion Hanafi ke Tuban diterima oleh Komandan COPP 35 dan Mayor Abu Jamal dan Mayor mangkudiningrat di markas Komano pertahanan Sektor III yang pada waktu itu berkedudukan di Klampar, hijrah memang menjadi strategi dan taktik Resimen 35.
 
PELAKSANAAN EVAKUASI.

Selama 2 Minggu Batalyion I Resimen 35 tidak menampakkan dirinya di medan pertempuran dan disebarkan berita palsu bahwa pasukan mundur ke jurusan Timur. Pada waktu yang bersamaan beberapa anggota Kompi Hamid asal Arosbaya menghubungi juragan - juragan perahu di Klampis untuk menyiapkan perahu2 untuk mengadakn serbuan ke Arosbaya dan Bangkalan. Perwira - Perwira yang pegang peranan dalam hal ini adalah Letnan Mestu, Letnan Sabirin dan Kapten Salik.

Pada tanggal 11 September 1947 seluruh pasukan berkumpul di daerah assembly Area (Embarkacy Area) letaknya 5 Km sebelah selatn pelabuhan Klampis (tersebar beberapa kelompok, tidak dipusatkan). Menjelang waktu mangrib kurang lebih pukul 18.00 anggota - anggota Batalyon I Resimen 35 mulai masuk ke perahu yang masing-masing telah ditentukan oleh Komandan Peleton yang bersangkutan. Persiapan embarkasi pasukan ini serupa denga tentara  Inggris dan Prancis yang evakuasi dari Dunkrik ke Inggris, jika terlambat sedikit, maka tentara kita akan terkejar musuh dan pasti kita akan hancur lebur.

Pada pukul 19.00 seluruh pasukan dan senjata mereka masing-masing sudah siap tinggal menunggu suara pistol. Perlu diketahui bahwa ada sebagian pasukan yang membawa keluarganya. Kapten Salik Munir didampingi oleh Letnan Sabirin selaku Komandan Konvoi pada pukul 19.30 membunyikan satu kali tembakan pistol berarti konvoi mulia bergerak ke Barat dengan layar penuh.

Pada tanggal 12 September 1947 pukul 07.00 konvoi dengan selamat melalui ujung Pangkah. Pada saat itu semua anggota pasukan harus berada di bawah atap perahu, dan baru muncul diatas perahu setelah jauh dari daerah patroli kapal patroli marine Belanda dan angin kencang bertiup dari buritan ke arah Tuban. Atas lindungan Allah SWT, berkat doa Kyai Haji Marzuki dan Ulama yang lain peserta hijrah sehingga tidak terkejar oleh patroli kapal Belanda.

Sesampainya didaerah Tuban Kapten Munadi (Komandan dan KMK Tuban) pada malam hari memerintahkan agar pasukan kita menyerahkan senjata, hal mana dijawab oleh Komandan Batalyon bahwa pasukan ini bukan Batalyon Cakra tetapi Batalyon  I Resimen 35 yang akan bergerak keKediri kemarkas Brawijaya .

Pasukan kita ditempat yang baru sementara ditempatkan didekat pelabuhan Tuban berkat petunjuk Komandan Pertahanan setempat dan selanjutnya ditempatkan di kompleks bekas pabrik gula jati di Nganjuk sedang kesatuan ALRI Madura yang dipimpin oleh Letnan Kolonel Halik dan anggota Pesindo dipimpin oleh Rachman ditempat di Babat, kesatuan dibawah pimpinan Letnan Kolonel Abd. Halik karena pada waktu itu KKO masih belum ada, dibubarkan dan kemudian menjadi Batalyon STC Bojonegoro.

Pada waktu Batalyon I Hanafi berada di penempungan Tuban, telah ikut dua orang Madura berjasa yakni Abdussalam dari Ambunten dan Marsudin dari Tamberru yang menjadi tuan rumah dan menyediakan makanan bagi Batalyon I Hanafi.

Untuk mengenang hijrah Batalyon I Hanafi di Klampis telah dibuat Monumen berbentuk sebuah Musholla  dilokasi pemberangkatan pasukan yang terletak di tepi pantai Klampis dan perahu dengan 5 buah layar lambang Pancasila dijalan Raya Klampis didepan Kecamatan. Musholla tersebut dinamakan Al-Hijrah yang diresmikan oleh Rachmat Saleh, SE (mantan Menteri Perdagangan ).



Views: 334

  Be first to comment this article
RSS comments

Beri Komentar
  • Silakan untuk mengisi komentar yang tidak keluar dari topik artikel.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail
Homepage
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code
I wish being prevented by email of the comments which will follow

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >