Setelah pertahanan di Madura sudah tidak berdaya lagi
maka Letnan Baron Van de Linde (Komandan
Tentara Pendudukan di Pamekasan) datang ke Pagantenan, Pusat Pemerintahan RI di
Madura unuk minta kesediaan Residen R.A.A. Tjakraningrat bekerjasama dengan
Belanda.
Waktu itu
Tjakraningrat menolak sewaktu Cakraningrat di Sampang Raicomba Jawa Timur Ch.O.
Van der Plas bersama-sama dengan Mayor Sitters Komandan Tentara Belanda di
Madura menjumpai Residen Madura. Dalam pembicaraan itu dapat disimpulkan,
Tjakraningrat tetap menjadi Residen Madura tetapi langsung bertanggungjawab
kepada Raicomba Jawa Timur.
Tjakraningrat
memberi syarat-syarat sebagai berikut :
1. Pemerintah
yang dipimpin Residen, adalah satu-satunya pemerintah di Madura.
2. Pegawai
jawatan yang khusus diserahi kewajiban tertentu di daerah Madura, lebih
dahulu
menghadap residen / bupati.
3. Nasehat/pendirian
Residen/Bupati yang mengenai kebijaksanaan pemerintah harus
diindahkan.
4. Residen
berusaha menyempurnakan alat-alat kekuasaan negara (Polisi Negara),
sedang
pemerintah Belanda akan membantu perlengkapan dan penguasaannya.
Kesatuan-kesatuan polisi negara tidak dibawah kekuasaan Polisi umum.
Kepala-Kepala Jawatan/Dinas
beserta pegawai-pegawainya banyak bekerja kembali di bawah pimpinan
Tjakraningrat.
Dikutip dari :
Buku
Selayang Pandang Sejarah Madura
Oleh :
DR.
Abdurrahman
Views: 389
|
- Silakan untuk mengisi komentar yang tidak keluar dari topik artikel.
- Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
- Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
| |