.

Daftar Pada Forum

Silahkan Login untuk masuk pada forum kami:





Lupa Kata Sandi?
Bukan Anggota, Silahkan? Daftar

Menu Utama

Kolom Prestasi



( Klik Gambar )

Dukung Kami

Kami menerima donasi bagi para donatur yang perduli, melalui paypal dengan jumlah minimum $2 
Nama-nama para donatur akan kami kami masukkan pada halaman khusus donasi. Terima kasih

Pesan Anda

Jumlah Pengunjung

Hari Ini173
Kemarin236
Minggu ini809
Bulan ini1457
Semua45391

(C) Bangkalan-Memory

Support

Polls

Apakah anda mendukung website bangkalan memory ini:
 
Pemerintah Memblokir Situs Porno Pendapat anda ?
 

Jadwal Sholat

Bookmark Kami !

Berlangganan Artikel

Masukkan Alamat email anda:

Delivered by FeedBurner

Powered by FeedBurner

Komunitas

Top Indo

 


MusicPlaylist

 

Website Stats


Links to Site

Home
Selamat Datang di Bangkalan Memory, Website ini merupakan dedikasi kami dalam melestarikan peninggalan Budaya serta Sejarah Kota Bangkalan.
Pembentukan BKR di Madura Cetak halaman ini
Oleh : Bangkalan Memory   
Senin, 10 Desember 2007

Yang masuk menjadi anggota BKR ialah tenaga bekas dari Peta, Heiho, seinendan, dan Pemuda-pemuda lainnya yang semangatnya masih menyala. Sebagai BKR yang setengah resmi bersama-sama dengan alat-alat kekuasaan lainnya berusaha untuk membina Kemanan dan ketentraman di daerah masing-masing.

Persoalan-persoalan yang timbul ialah rakyat mulai mendendam terhadap anggota militer Jepang dan Pejabat-Pejabat sipilnya, karena mengingat perbuatan mereka yang sangat Kejam selagi mereka berkuasa. Oleh karena itu pemerintah karesidenan memanggil suatu sikap yang tegas ialah tentara Jepang tidak usah ikut menjaga keamanan karena telah ditugaskan kepada BKR dibantu kepolisian dan Badan Perjuangan Rakyat lainnya. Tetapi timbullah insiden-insidern kecil karena tentara Jepang tidak mau memahami. Amarah rakyat mulai memuncak sehingga perlu mengambil ketentuan mengamankan tentara Jepang di Penjara jangan sampai mereka diserbu oleh rakyat.
 
Yang paling kuat pertahanan jepang ialah Batuporon, Kecamatan Kamal, menjadi Pusat penyimpanan Pertahanannya komandannya seorang kolonel AL Jepang. Pemerintah RI. di Madura mengirimkan utusan untuk berunding dengan komandan pertahanan Jepang yang diutus ialah R.A. Sis Tjakraningrat, Irsjad Trunojoyo, Zainal Alim, R.A Roeslan Tjakraningrat dan R. Moch. Ikhsan.
 
Perundingan bertemakan penyerahan tentara Jepang yang ada di Batuporon kepada pemerintah RI. Perundingan ternyata mengalami jalan buntu sehingga utusan kembali ke Pamekasan dengan tangan hampa.
 
Tidak antara lama di Batuporron terdengar letusan-letusan sema kurang lebih 30 menit. Setelah didatangi oleh B.K.R ternyata sebagian besar dari senjata Jepang dibakar habis dan komandannya (Kolonel Angkatan Laut Jepang) terdapat telah meninggal dunia  karena bunuh diri (Hara-kiri).
 
Sebagian tentara Jepang yang masih hidup di Kamal dikumpulkan dan dititipkan di rumah penjara Bangkalan. Di Pamekasan sendiri, perundingan pihak pemerintah RI denga tentara Jepang juga mengalami jalan buntu diluar kamar perundingan telah dipersiapkan anggota-anggota BKR untuk menjaga jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
 
Keesokan harinya dengan pimpinan Amin Jakfar diadakan pelucutan senjata terhadap tentara dan polisi Jepang. Pelaksanaanya berjalan lancar, tidak samapi timbul pertumpahan darah. Tentara dan polisi Jepang lalu dititipkan untuk sementara dirumah penjara Pamekasan.
 
 
 
 
 
 
Dikutip dari :
Buku Selayang Pandang Sejarah Madura
Oleh :
DR. Abdurrahman


Views: 491

  Be first to comment this article
RSS comments

Beri Komentar
  • Silakan untuk mengisi komentar yang tidak keluar dari topik artikel.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail
Homepage
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code
I wish being prevented by email of the comments which will follow

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >