Pada tanggal 5 Oktober 1945, pemerintah pusat RI di
Jakarta melalui Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) mengeluarkan instruksi
kepada Komite Nasional Daerah tentang pembentukan Tentara Keamanan Rakyat
(TKR). Setelah menerima Instruksi tersebut, maka KNI daerah untuk jelasnya
mengutus dua orang ialah masing-masing Amin Jakfar ketua BKR Kab. Pamekasan dan
M. Hanafi, ketua BKR kecamatan Kota Pamekasan.
Setelah mereka
menerima penjelasan-penjelasan tentang pembentukan TKR dan menerima pula
instruksi tertulis, mereka kembali ke Madura melalui Yokyakata dari Yokyakarta
menerima bantuan dua buah Watermantel dan dari BKR Surabaya menerima sepuluh
pucuk senjata senapan dan sebuah truk.
Pada tanggal 17
Oktober 1945, KNI Daerah Madura mengadakan rapatuntuk membicarakan KNI pusat
yang dibawa oleh 2 orang utusan tersebut diatas. Dalam rapat itu telah diambil
keputusan untuk mencalonkan R. Asmoroyudo bekas kapten barisan sebagai Komandan
Resimen Madura Barat (Sampang dan Bangkalan). Dan R. Candra Hasan bekas
Tyudanco Madura dai I Daidan sebagai komandan Resimen Madura timur (Pamekasan
dan Sumenep). Tidak antara lama, calon2 tersebut mendapat persetujuan KNI pusat
ialah masing-masing diangkat dengan pangkat Letnan Kolonel, dan Letkol. Candra
Hasan ditugaskan untuk membentuk TKR Resimen 35 sedangkan Letkol. Asmoroyudo
untuk membentuk Resimen 36.
Berhubung
dengan timbulnya kesulitan-kesulitan tehnis dan material dan pula untuk kepentingan strategi militer,
maka dalam permulaan tahun 1946 oleh Komandan Divisi Bapak Sungkono diusulkan supaya di Madura
cukup diadakan satu Resimen saja. Usul ini diterima oleh M.B.T di Yokyakarta
dan sebagai Komandannya ditunjuk Letkol. R. Chandra Hasan dengan membawakan 6
Batalyon sebagai berikut :
1. Komandan
Batalyon I : Mayor R. Hanafi
2. Komandan
Batalyon II : Mayor R. P. Abd. Asiz
3. Komandan
Batalyon III : Mayor M. Sulaiman
4. Komandan
Batalyon IV : Mayor R. Abd. Madjid.
5. Komandan
Batalyon Komandan Batalyon III : Mayor R. Aryo Tjitrokusumo
6. Komandan
Batalyon VI : Mayor R. Tjokrodiredjo.
7. Sedangkan komandan Barisan markas ialah
Letnan I.R. Slamet Kamluddin.
Susunan baru
ini (Madura hanya satu Resimen) kelihatannya berjalan lebih lancar sampai
menghadapi Clash 1 dengan Belanda. Sebelum itu, terjadi perubahan nama ialah
dari T.K.R menjadi T.R.I. Disamping adanya potensi Resimen Jokotole yang sudah
disusun dengan baik, di Madura terdapat pula Badan-badan perjuangan lainnya
misalnya P.R.I, B.P.R.I, Sabilillah dan Hisbullah.
Dikutip dari :
Buku
Selayang Pandang Sejarah Madura
Oleh :
DR.
Abdurrahman
Views: 451
|
- Silakan untuk mengisi komentar yang tidak keluar dari topik artikel.
- Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
- Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
| |