Pada
tanggal 4 Agustus 1947, pukul 03:00 enam motorboat mondar-mandir menjauh dan
mendekat dari pantai pertahanan sub sektor Kamal dan sekitarnya. Seluruh pos
depan sub sektor tersebut anggotanya secara otomatis siap dan telah masuk
posisi tellingnya masing-masing dengan perintah agar tidak menembak sebelum
musuh mendarat, demikian pula bagian menarik ranjau sudah siap dan rupanya hal
ini diketahui oleh Belanda sehingga mereka merubah haluan.
Tepat pukul 06:00, tembakan berbunyi disebelah
Timur Pertahan Kamal dan di Pantai Kesek Batorobbu menjadi gencar, ini adalah
suatu pertanda bahwa Belanda betul-betul mulai mendarat dibelah Timur Kamal.
Kekuatan Belanda yang mendaratdiperkirakan 2
KompiInfanteri dibantu dengan beberapa tank. Sekitar pukul 07:00, pasukan
Belanda mendapat bantuan lebih kurang 6 pesawat terbang pemburu Mustang (cocor
merah).
Maksud Belanda yang akan menyerang Kamal dari
Lambung, setelah terbentur pertahanan ranjau lalu berbelok ke Utara dan dipecah
menjadi dua bagian, yakni dari Baturobbu sebagian menuju ke Burneh, didaerah
pertahanan Kompi Hafiludin yang bterpukul di Batuporron berputar ke Utara
menuju Desa Jaddih yang dipertahankan oleh Pleton ALRI dibawah pimpinan Letnan
Sunarto.
Dikutip
dari :
Buku Perjuangan
Kemerdekaan Republik Indonesia di Madura
Views: 417
|
- Silakan untuk mengisi komentar yang tidak keluar dari topik artikel.
- Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
- Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
| |