Home
|
Oleh : Bangkalan Memory
|
|
Senin, 10 Desember 2007 |
Pada
waktu Belanda melanjutkan melanjutkan serangannya ke Kota Bangkalan, telah
terjadi pertempuran sengit antara tentara Belanda dengan Pasukan Pesindo yang
bertahan di Junok (sebelah Timur Rumah Sakit Bangkalan) dengan kekuatan dua
Seksi yang masing-masing dipimpin Pemuda Iskandar di sebelah Utara dan Pemuda
Mohammad Amin di sebelah Selatan sungai. Pemuda Iskandar menderita luka di
pahanya
Sewaktu pertempuran terjadi dengan sengitnya,
terdengar ledakan yang sangat dashyat. Pemuda Kaffa, yang pada waktu itu
menjadi Wakil Komandan Kelaskaran Pesindo Cabang Bangkalan, gugur sewaktu
membumihanguskan jembatan.
Adapun Pemuda Abdus Syukur yang menggantikan
sebagai pimpinan dalam serangan balasanselanjutnya cukup menunjukkan kemampuannya.
Bekas kediaman Asisten Residen Belanda yang ditempati menjadi Markas Pesindo,
dibumihanguskan dan sebagian besar hancur. Diwaktu belakangan gedung itu
dibangun kembali (dulunya kantor Otonom dan sekarang menjadi Kantor Dispenda
dan Kantor Kimpraswil), sedangkan jalan sepanjang Desa Junok itu sekarang
diberi nama Jalan Pemuda Kaffa.
Dikutip
dari :
Buku Perjuangan
Kemerdekaan Republik Indonesia di Madura
Views: 425
|
- Silakan untuk mengisi komentar yang tidak keluar dari topik artikel.
- Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
- Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
| |