HomeArtikel MADURA SEBELUM PEMBERONTAKAN TRUNOJOYO
MADURA SEBELUM PEMBERONTAKAN TRUNOJOYO
Oleh : Bangkalan Memory
Kamis, 06 Desember 2007
Sewaktu Sultan Agung memimpin menjalankan politik
pemerintahan untuk mempersatukan Jawa dan Madura bahkan ingin mempersatukan
seluruh Nusantara agar kompeni sukar dapat melebarkan sayapnya. Karena itu
Sultan Agung kadang-kadang terpaksa menjalankan politik kekerasan, dalam tahun
1614 Surabaya ditaklukkan demikian pula dengan Pasuruan dan Tuban.
Akhirnya
dalam tahun 1424 Madura mendapat giliran, tentara Madura yang berjumlah 2000
orang menghadap pasujan Mataram yang berjumlah 50.000 orang, perjuangan orang
madura menunjukan keberanian, laki2 didepan wanita dibelakang kalau ada
laki-laki yang mengundurkan diri dari medan perangtrus ditusuk dari belakang
tentara mataram dapat ditewaskan sebanyak 6000 orang, tetapi Sultan Agung tidak
putus asa orang2 nya yang gugur dimedan perang segara diganti, ahirnya Madura
dapat ditaklukan pula, satu satunya keturunan Raja Madura yang hidup ialah
Raden Praseno, ia lalu dibawa ke Mataram.
Sesudah
Raden Praseno dewasa ia lalu dikawinkan dengan adik Sultan Agung, kemudian
pulau madura dipercayakan kepada Raden Praseno dengan gelar Pangeran
Cakraningrat I. Ia lebih banyak ada di Mataram dari pada di Madura. Tetapi
keadaan di Madura tetap berjalan dengan lancar, Di madura keratonnya ada di
Sampang dan ia memmunyai isteri salah seorang keturunan Giri, yang terkenal
dengan Ratu Ibu yang meninggal dnia dan dikuburkan di Air Mata Bangkalan.
Sampai sekarang kuburan Ratu Ibu dianggap keramat oleh rakyat.
Pangeran Cakraningrat I dengan ratu Ibu mempunyai
Anak2:
1.Raden Undakan, kemudian bergelar Cakraningrat
II (disebutSiding Kamal).
2.Raden Ario Atmojodiningrat, yang setelah
meninggal dunia dikuburkan di Imogiri
bersama sama ayahnya ialah Pangeran
Cakraningrat I, ketika pemberontakan
Pangeran Alit
3.Ratu
Maospati.
Dengan isteri-isteri yang lain
Pangeran Cakradiningrat I masih mempunyai putera-putera diantaranya pangeran
Malujoayah dari Raden Trunojoyo bergelar juga PanembahanMaduratno, setelah Sultan Agung diganti oleh
puteranya Amangkurat I keadaan mataram berubah, dahulu Mataram ditakuti oleh
kompeni setelah Amangkurat I berkuasa Mataram mengadakan hubungan yang sangat
akrab dengan kompeni, didalam pemerintahan Amangkurat I kelihatannya tidak
mempunyai kewibawaan, keretakan timbul dimana-mana dan makin lama kerajaan itu
suram. Dalam tahun 1646 Mataram mengadakan perjanjian dengan Kompeni yang pada
umumnya merugikan pada Mataram, mereka saling berjanji hendak tukar menukar
tawanan perang dan tidak akan membantu musuh salah satu pihak, saban tahun
kompeni akan mengirim utusan ke Mataram dan mengijinkan orang Jawa berdagang
dimana saja kecuali dimaluku.
Dalam tahun 1652 perjanjian itu
diperkuat dan ditetapkan bahwa perbatasan antara Mataram dan daera kompeni
ialah kali Citarum, terhadap kompeni Amangkurat I menunjukan jiwa yang lemah
terhadap rakyatnya bersikap kersa dan mendendam.
Pangeran Alit adiknya sendiri
dicurigai dan di perintahkan untuk ditangkap dan dibunuh, Raden Malujo ayah
dari Trunojoyojuga mendapat perilaku
yang demikian pula pada ahirnya Cakraningrat I, prnasehat utama dan amangkurat
menjadi pemersihan yang dilakukan oleh sang Raja, suaratidak senang terhadap
amangkurat I makin lama makinterdengarsemakin kuat sehingga menjadi cukup matang untuk timbulnya revolusi.
Adipati Anom Putera
Amangkurat I ingin menumbangkan pemerintahan ayahnya tetapi ia tidak berani
untu memulai, ia meminta bantuan Raden Kayoran tetapi ditolak karena Raden
Kajoran sudah berusia lanjut meskipun pada ahirnya ia setuju untuk mengobarkan
apai revolusi, setelah Pangeran Cakraningrat I meninggal dunia lalu digantikan
dengan puteranya yang bergelar Cakraningrat II, kalau semasaCakraningrat I memimpin diseganidan dicintai oleh rakyat, tetapi
Cakraningrat II sebaliknya ia tidak mendapat simpati dari rakyat karena
tindakannya tidak bijaksana.
Dikutip dari :
Buku
Selayang Pandang Sejarah Madura
Oleh :
DR.
Abdurrahman
Views: 490
Komentar (2)
Beri Komentar
Silakan untuk mengisi komentar yang tidak keluar dari topik artikel.
Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.