.

Translate

Daftar Pada Forum

Silahkan Login untuk masuk pada forum kami:





Lupa Kata Sandi?
Bukan Anggota, Silahkan? Daftar

Menu Utama

Kolom Prestasi



( Klik Gambar )

Dukung Kami

Kami menerima donasi bagi para donatur yang perduli, melalui paypal dengan jumlah minimum $2 
Nama-nama para donatur akan kami kami masukkan pada halaman khusus donasi. Terima kasih

Pesan Anda

Jumlah Pengunjung

Hari Ini257
Kemarin331
Minggu ini1225
Bulan ini6313
Semua71948

(C) Bangkalan-Memory

Support

Polls

Apakah anda mendukung website bangkalan memory ini:
 
Pemerintah Memblokir Situs Porno Pendapat anda ?
 

Jadwal Sholat

Bookmark Kami !

Berlangganan Artikel

Masukkan Alamat email anda:

Delivered by FeedBurner

Powered by FeedBurner

Komunitas

Top Indo

 


MusicPlaylist

 

Website Stats


Links to Site

Home arrow Artikel arrow PANEMBAHAN RONGGO SUKAWATI
Selamat Datang di Bangkalan Memory, Website ini merupakan dedikasi kami dalam melestarikan peninggalan Budaya serta Sejarah Kota Bangkalan.
PANEMBAHAN RONGGO SUKAWATI Cetak halaman ini
Oleh : Bangkalan Memory   
Kamis, 06 Desember 2007

Diceritakan bahwa Sukawati adalah Raja Pamekasan yang menjalankan pemerintahan penuh dengan kebijaksanaan, selain itu kesopanan yang ia miliki sifat kestria yang dapat di banggakan misalnya kejujuran keberanian kerena benar dan keadiala, selain itu ia tidak suka memperluas daerahnya dengan daerah kerajaan lain tetapi sebaliknya ia tidak sudi dicampuri oleh pihak lain. didalam menjalankan pemerintahannya.

Pada suatu waktu Sukawati baru saja dilantik menjadi Raja Pamekasan menggantikna ayahnya, lalu datanglah seseorang yang mempersembahkan landian keris, keesokan harinya datanglah seseorang yang mempersembahkan sebuah rangka keris dan terakhir seorang tamu lainnya dengan membawa isi keris. Sesudah itu Sukawati menyuruh seorang ahli keris untuk mempersatukan perkakas keris yang diterima oleh orang-orang itu dan ternyata cocok sehingga tidak usah dirubah lagi. Kemudian ia memberi nama kepada keris itu ialah "Joko Piturun", diceritakan selanjutrnya bahwa orang-orang Bali datang menyerang daerah Sampang dan Sumenep.
 
Di Sumenep Pangeran Lor I meninggal dunia dalam pertempuran dan juga banyak pembesar-pembesar dari Sampang yang gugur, setelah orang-orang Bali merasa sudah menang mereka menyerang daerah Pamekasan, pasukan dari Bali itu disambut sendiri oleh Sukawati diperbatasan daerah Pamekasan ialah di Jungcangcang.
 
Maka timbullah pertempuran yang hebat ditempat itu tetapi tidak lama kemudian pasukan Bali hancur lebur sehingga boleh dikatakan tidak seorangpun dari pasukan Bali yang bisa menyelamatkan diri. Dengan demikian kedudukan Sukawati makin lama makin dikenal oleh diseluruh Madura, diceritakan pula bahwa dalam zaman kerajaan Sukawati pernah terjadi dua tahun lamanya tidak pernah turun hujan, rakyat  sangat menderita karena tidak dapat bercocok tanan dan timbullah penyakit busung lapar.
 
Pada suatu malam Sukawati bermimipi bahwa tidak jauh dari kota Pamekasan didaerah hutan-hutan dan rawa-rawa bertempat tinggal seorang Wali yang  tidak mempunyai rumah, siang dan malam berselimutkan angin beratapkan langit.
 
Pada keesokan harinya ia menyuruh patih dan beberapa orang untuk mencari orang itu. Patih bersama beberapa orang itu berangkat mencari apa yang diperintahkan oleh Sukawati, ditempat rawa-rawa dan hutan tersebut kelihatan banyak pohon yang telah tumbang, siapakah kiranya yang telah menebang pohon itu?.
 
Setelah dicari kian kemari dijumpainya hanya seorang saja yang menebang pohon. Sewaktu ditanyakan siapakah namanya maka dijawab bahwa ia bernama Kiyai Agung Raba. Patih Pamekasan segera pulang dan memberitahukan segala sesuatu yang ditemuinya kepada Raja, setelah Sukawati mendengar laporan itu ia segera memerintahkan kepada patihnya dan menteri-menterinya supaya mereka mengerakkan tenaga rakyatnya untuk mendirikan rumah bagi Wali tersebut (Kijahi Agung Raba).
 
Setelah rumah itu selesai dan ditempati Kyai Agung Raba, maka hujan segera turun dan orang-orang Pameksan sangat bergembira dan berlomba-lomba berangkat untuk bercocok tanam. Perisriwa lain semasa pemerintahan Ronggo Sukawati ialah, pada suatu saat Panembahan Lemah Duwur, Arosbaya datang berkunjung ke Pamekasan bersama-sama dengan menteri-menterinya untuk bersilaturrahmi.
 
Sukawati menerima dengan cukup ramah atas kunjungan Lamah Duwur, setelah beberapa lama berselang Lemah Duwur berkenan menangkap ikan dari rawa si Ko'ol dekat kota Pamekasan semua menterinya dengan membuka pakaian luar disuruh melompat dalam rawa untuk menangkap ikan.
 
Sukawati menyuruh menteri-menterinya untuk membantu, dan Menteri Pamekasan itu tidak membuka baju sama sekali dan terjun kedalam air. Entah karena apa Lemah Duwur melihat peristiwa itu tanpa minta diri ia terus pulang dengan diikuti oleh menteri-menterinya, setelah melihat tamunya pulang tanpa pamit Sukawati mengejarnya dan menanyakan kepada saudaranya ialah Adipati Sampang, kemana tamunya pergi mendapat jawaban tamunya terus menuju Blega dan ditepi jalan dikampung Larangan tamunya itu berhenti sebentar menyandar kesebuah pohon.
 
Sukawati menghunus keris Joko Piturun dan ditusukkan kepada pohon kayu itu dan ia terus kembali ke Pamekasan. Selang beberapa hari ia menerima surat dari Lemah Duwur bahwa ia sudah meninggal karena bisul besar dipinggangnya setelah membaca berita itu Sukawati merasa sedih dan marah pada dirinya dan  diambilnya keris Joko Piturun kemudian dilemparkannya kedalam rawa si ko'ol.
 
Setelah keris itu dibuang kedengaran suara "Seumpama keris Joko Piturun tidak dibuang, Jawa dan Madura hanya selebar daun kelor saja" setelah Sukawati mendengar suara itu ia merasa sangat menyesal dan memerintahkan menteri-mentrinya mencari keris didalam rawa itu tetapi sayang keris itu tidak dapat ditemukan kembali.
 
 
 
 
 
Dikutip dari :
Buku Selayang Pandang Sejarah Madura

Views: 391

  Be first to comment this article
RSS comments

Beri Komentar
  • Silakan untuk mengisi komentar yang tidak keluar dari topik artikel.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail
Homepage
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code
I wish being prevented by email of the comments which will follow

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >
Hak Cipta © 2007,2008 Bangkalan-Memory
email : admin@bangkalan-memory.net