Halaman 1 dari 2
Setelah Pangeran Pakutaningrat I meninggal maka yang
menggantikan ialah putera yang bernama Panembahan Notokusumo II. Ia terkenal
dengan Panembahan yang menderita penyakit lumpuh karena itu oleh Kompeni
dibentuk suatu komisi ulang terdiri dari : Pangeran Surjingrat, Pangeran
Surjomijoyo, Pangeran Arioadiputro dan Pangeran Mangkudiningrat (adik
panembahan).
Setelah Notokusumo meninggal yang menggantikan pemerintahan
di Sumenep ialah Pangeran Mangkudiningrat dengan bergelar Pangeran
Pakutaningrat. Dalam pemerintahan pangeran ini terjadi peristiwa penting ialah
Pemerintah Hindia Belanda mengukur luas tanah se Kabupaten dan diadakan
penaksiran hasilnya, Pemerintahan Hindia Belanda setelah mengetahui berapa
kira-kira hasil tanah itu lalu memberi penggantian kepada yang memiliki
tanah-tanah itu ialah Putera-Putra Raja dan Menteri-Menteri Kerajaan.
Uang angti rugi disebut "Personlike
onvervreemdbare schade loostelling " dan dengan demikian tanah apanage sudah
dicabut. Bersama dengan itu pula dilaksanakan penghapusan zelfbestuur , setelah beberapa tahun brselang uang untuk schadeloostelling dirubah menjadi " Onderstand Aan Madureesche Adeyliken "
(tunjangan kepada bangsawan Madura) pelaksanaan semacam ini tidak hanya untuk
daerah Sumenep saja tetapi berlaku juga untuk daerah Pamekasan, Sampang dan
Bangkalan.
Setelah Pangeran Pakunataningrat meninggal dunia maka yang
menggantikannya ialah puteranya yang bernama Pangeran Ario Pratamingkusumo 1925
dan setelah ia meninggal ia diganti pula oleh Puteranya Raden Tumenggung Ario
Prabuwinoto. Dalam tahun 1925 Prabuwinoto meninggal dunia dan dengan demikian
berahirlah kekuasaan tujuh keturunan Bendoro Saut didaerah Sumenep.
Dikutip dari :
Buku
Selayang Pandang Sejarah Madura
Oleh :
DR.
Abdurrahman
Views: 2417 1 Hai? Ditulis oleh
Alamat e-mail ini telah dilindungi dari tindakan spam bots, Anda butuh Javascript dan diaktifkan untuk melihatnya
, pd 09-05-2008 13:32 Boleh saya tau silsilah Panembahan Notokusumo diatas? Apa ada silsilah Metaram Islam? Thank
2 ...lagi Ditulis oleh
Alamat e-mail ini telah dilindungi dari tindakan spam bots, Anda butuh Javascript dan diaktifkan untuk melihatnya
, pd 09-06-2008 12:19 Sebab, Patih Notokusumo belio namanya, era Paku Buwono II, ketika Mataram Kertosuro sudah terdesak karena bermuka dua, VOC meminta penangkapan Patih Notokusumo kepada PB II dan diluluskan untuk dibuang ke Ceylon, Sri Lanka.
3 lagi (2) Ditulis oleh
Alamat e-mail ini telah dilindungi dari tindakan spam bots, Anda butuh Javascript dan diaktifkan untuk melihatnya
, pd 09-06-2008 12:24 Waktu itu adalah riwayat pemberontakan kaum Cina di Batavia kepada VOC, dan merembet ke Matram Kertosuro, karena baik pihak VOC maupun Kaum Cina memohon dukungan kepada Susuhunan PB II, Awalnya pihak Matram pura2 memihak kpd VOC, tapi main mata dan menyokong Cina. bangsa Cina pedagang dan buruh2 pada ahli2 kungfu dan mau dijadikan wayang bagi sunan & terus menerima sokongan dana. Lama2 Metaram kerepotan sendiri, dan yg diminta VOC adalah belio Patih Notokusumo. Apa ada hubungan?
4 Jawaban untuk Silsilah Panembahan Notoku Ditulis oleh
Alamat e-mail ini telah dilindungi dari tindakan spam bots, Anda butuh Javascript dan diaktifkan untuk melihatnya
, pd 18-06-2008 22:50 Menanggapi pertanyaan Anda, kami mohon maap atas keterlambatan dalam menjawab pertanyaan Anda. Mudah-mudahan jawaban kami dapat memuaskan Anda. TURUNAN DARI SULTAN PAKUNATANINGRAT DI SUMENEP : Bendora Saut alias Tumenggung Tirtonegoro, Bupati Sumenep (1751-1762) berputera : 1. R. Ario Patjinan alias Kusumonegoro, tidak beristri. 2. Panembahan Semolo alias Notokusumo I , beristri Putri Bupati Semarang Sumowidjojo, Putra-putranya : a. Pangeran Panggung di Sumenep, b. Tumenggung Kornel di Sumenep, Ibunya dari Sidaju. Mempunyai putera : ~ Pangeran Adipati Ario Prawiroadiningrat I, Bupati di Besuki; nama kecilnya yaitu R. Bambangsutiknja, ~ R. Ario Wasih alias Tjurigonoto, ~ Tumenggung Ario Surengrono di Pulau Kangean, ~ R. Pandji Gunung di Pulau Tlongo (Gapurana). c. Sultan Abdurrachman alias Notokusumo II alias Pakunataningrat (1812-1854). Ibunya dari Semarang, Istri Beliau juga dari Semarang puteri Bupati Suroadimenggolo ke IV di Semarang, mempunyai putera : ~ Ratu Pamekasan atau R. Aju Afifah, Istri dari Pangeran Adipati Prawiriadiningrat yaitu putra dari Panembahan Pamekasan Mangkuadiningrat. ~ Panembahan Notokusumo II di Sumenep atau disebut Panembahan Rare karena sakit mati urat (beroerta), Beliau menggantikan ayahnya memerintah di Sumenep (1854-1879), ~ Pangeran Kusumo ..........(kurang jelas), ~ Raden Bagus Abdurrahem, ~ Pangeran SurjoSinerangingrono, Letnan Kornel Momorie, rumahnya di Mesdjid ladju, yaitu yang disebut orang Pangkat Letnan, nama kecilnya Raden Hamza. ~ Pangeran Surjoningajudo, ~ Pangeran Tjondroningprang, ~ Pangeran Surjodiputro (Pangeran Adi), ~ Pangeran Surjomataram, ~ Pangeran Kusumoadiputro (Pangeran Sumo) ~ Pangeran Surjomidjojo (Pangeran Ami), ~ R. Ario Djojowinoto (Hadji) ~ R. Ario Gondokusumo, ~ R. Ario Tjokroadikusumo, ~ R. Ario Prawirokusumo, ~ R. Ario Atmokusumo, ~ R. Ario Tirtokusumo, ~ R. Aju Adipati Lasem, ~ R. Aju Rembang, ~ R. Aju Pangeran Nitiadiningrat Bupati Pasuruan, ~ R. Aju Pangeran Adipati Pakalongan, ~ R. Aju Tumenggung Mangkukusumo, ~ R. Aju Adipati Semarang, ~ R. Aju Djajengronopati, ~ R. Aju Tjokronegoro, ~ R. Aju Mertonegoro, ~ R. Adjeng Hamidah, ~ R. Adjeng Kamalijah, ~ R. Adjeng Oetoewijah, ~ R. Aju Mertonegoro, ~ R. Adjeng Achmadijah, ~ R. Bagus Said, ~ R. Bagus Asim. Puteri yang tertua dari Sultan Pakunataningrat di Sumenep yang bernama R. Aju Afifah yang bersuami Pangeran Adipati Pamekasan yaitu putra tertua dari Panembahan Mangkuadiningrat di Pamekasan, mempunyai seorang putra bernama Raden Bandjir. Putra tersebut dicalonkan untuk mengantikan Panembahan Pamekasan dan diberi gelar Pangeran Adipati Surjokusumo. Beliau beristri putri dari Pangeran Adipati Prawiroadiningrat I di Besuki dan banyak turunannya. d. Pangeran Notoprodja di Sumenep, ibunya dari Semarang, e. R. Aju Pandji Gondo, f. R. Aju Bahe, Ibunya dari Blambangan, bersuami Bupati Pasuruan Golongan dari Nitiadiningrat, g. R. R. Aju Pandji Singosari di Sumenep, h. R. Aju Tumenggung Probolinggo j.i. yang dari Kasepuhan Surabaja, i. R. Aju Tumenggung Puger dari Golongan Semarang, Ibunya dari Blambangan. mengenai pertanyaan apakah ada hubungannya dengan mataram islam, kami belum mengetahuinya.......
5 Pangeran noto Kusumo Ii Ditulis oleh
Alamat e-mail ini telah dilindungi dari tindakan spam bots, Anda butuh Javascript dan diaktifkan untuk melihatnya
, pd 16-10-2008 19:32 Mohon informasi apakan Pangeran noto kusumo II ada bersaudara dengan pangeran Pringgologo I, II dan Pangeran Noto Kusumo I? Apa ada hubungannya dengan Rd Danang Sutawidjojo? Siapa putra dan putri pangeran Noto Kusumo II? Terima kasih atas perhatiannya.
6 Hubungan keranat Pang. Noto Kusumo II Ditulis oleh
Alamat e-mail ini telah dilindungi dari tindakan spam bots, Anda butuh Javascript dan diaktifkan untuk melihatnya
, pd 16-10-2008 19:34 Bagaimana hubungannya dengan Sultan Demak, apa ada? Terima kasih
7 Ditulis oleh
Alamat e-mail ini telah dilindungi dari tindakan spam bots, Anda butuh Javascript dan diaktifkan untuk melihatnya
, pd 28-04-2009 13:49 null "si penjarah tak tau balas budi sekaligus pengkhianat alias si rakus terunojoyo??!" tak layak ia di singgung sebagai nama pahlawan!
8 Pangeran Notokusumo II Ditulis oleh
Alamat e-mail ini telah dilindungi dari tindakan spam bots, Anda butuh Javascript dan diaktifkan untuk melihatnya
, pd 28-04-2009 20:04 Akan sangat membantu bilamana ada yang memberitahukan ada tidaknya hubungan sejarah atau keturunan dengan Pangeran pringgologo I dan II Trima kasih
9 TanYa Ditulis oleh
Alamat e-mail ini telah dilindungi dari tindakan spam bots, Anda butuh Javascript dan diaktifkan untuk melihatnya
, pd 20-06-2009 18:53 Ada Yang tau g sejarah Raden Mertonegoro??
10 keluarga sumenep Ditulis oleh
Alamat e-mail ini telah dilindungi dari tindakan spam bots, Anda butuh Javascript dan diaktifkan untuk melihatnya
, pd 17-09-2009 15:14 Apakah ada yang tau, sejarah dari keturunan Raden Mertosrono (menteri pajak gedung), Saudara dari Adipati Aggadipa dan anggapuspo
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 Selanjutnya > Akhir >>