HomeArtikel Perang saudara antara Arosbaya dan Blega
Perang saudara antara Arosbaya dan Blega
Oleh : Bangkalan Memory
Sabtu, 01 Desember 2007
Setelah Lemah Duwur meninggal dunia, maka pimpinan
kerajaan Arosbaya diganti oleh puteranya ialah Raden Koro dengan gelar Pangeran
Tengah. Blega diimpin oleh saudaranya ialah Pangeran Blega, ia idak mau tunduk
kepada kakaknya sehingga timbul peperangan Arosbaya dengan Blega.
Tentara Arosbaya sampai tiga kali menyerang Blega tetapi
terus menerus dipukul mundur, karena ketangkasan patih Blega yang bernama Gusti
Macan, ahirnya Pangeran Tengah mengumumkan bahwa peperangan diberhentikan yang
mana pernyataan ini diterima oleh Pangeran Blega.
Pada suatu hari Pangeran Blega berkunjung ke Arosbaya untuk
bersama sama kakaknya memperbaiki kuburan ayahnya (Lemah Duwur), Pangeran
Tengah setelah bertemu dengan adiknya menanyakan apakah Patih nya Gusti Macan
akan ikut dalam rombongan, dijawab oleh Pangeran Blega bahwa patihnya tidak
ikut karena menjaga dan mewakili di Blega, setelah Raja akan kembali maka
Pangeran Tengah menitipkan pakaian kebesaran untuk Gusti Macan yang dibuat dari
Sutera.
Setelah sampai di Blega titipan hadiah itu di sampaikan
kepada Patih nya dan ia menerimanya dengan sangat gembira saking gembiranya
mempunyai barang baru baju tersebut dipakainya ssebagai selimut tidur, tetapi
alangkah terkejutnya ia setelah bangun pagi seluruh badannya menjadi kaku dan
tak lama kemudian ia meninggal dunia, orang mengira bahwa baju kebesaran itu
diisi oleh racun.
Setelah Gusti Macan meninggal Pangeran Blega menjadi sangat
kuatir karena orang kuat yang dapat melindungi negerinya tidak ada lagi, karena
itu setelah dipertimbangkan masak-masak ia lalu menyerah tunduk dibawah
perintah kakaknya Pangeran Tengah Arosbaya.
Pada tahun 1621 Pangeran Tengah meninggal dunia, karena
tidak mempunyai putera yang cukup umur sehingga tidak ada yang menggantikannya,
satu-satunya anak yang ditinggalkan ialah Raden Praseno yang masih dibawah umur
ia dibawa pulang oleh ibunya ke Madekan Sampang sedang yang memimpin
pemerintahan di Arosbaya dipercayakan kepada Pangeran Mas, adik Pangeran
Tengah. Pada tahun 1624 seluruh Madura takluk kepada Sultan Agung, Raden
Praseno dibawa ke Mataram yang nantinya oleh Sultan Agung diserahi memegang
pimpinan Madura dengan Gelar Cakraningrat I.
Dikutip dari :
Buku
Selayang Pandang Sejarah Madura
Oleh :
DR.
Abdurrahman
Views: 432
Komentar (4)
Beri Komentar
Silakan untuk mengisi komentar yang tidak keluar dari topik artikel.
Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.