.

Translate

Daftar Pada Forum

Silahkan Login untuk masuk pada forum kami:





Lupa Kata Sandi?
Bukan Anggota, Silahkan? Daftar

Menu Utama

Kolom Prestasi

Diamond.gif

( Klik Gambar )

Dukung Kami

Kami menerima donasi bagi para donatur yang perduli, melalui paypal dengan jumlah minimum $2 
 
 
Nama-nama para donatur akan kami kami masukkan pada halaman khusus donasi. Terima kasih

Pesan Anda

Jumlah Pengunjung

Hari Ini219
Kemarin294
Minggu ini867
Bulan ini2388
Semua291241

(C) Bangkalan-Memory

Support

Bookmark Kami !

Berlangganan Artikel

Masukkan Alamat email anda:

Delivered by FeedBurner

Powered by FeedBurner

Komunitas

Top Indo

 


MusicPlaylist

 

Website Stats


Links to Site

Home arrow Forum
Selamat Datang di Bangkalan Memory, Website ini merupakan dedikasi kami dalam melestarikan peninggalan Budaya serta Sejarah Kota Bangkalan.
Komunitas Bangkalan Memory
Welcome, Guest
Please Login or Register.    Lost Password?
Re:PARTAI GARES (1 viewing) (1) Guest
Go to bottom Post Reply Favoured: 0
TOPIC: Re:PARTAI GARES
#39
dejenderal (Admin)
Admin
Posts: 33
graphgraph
User Offline Click here to see the profile of this user
FILM/SINETRON INDONESIA MISKIN PENGEMBANGAN AKAL 2 Years, 6 Months ago Karma: 0  
Industri perfilman dan sinetron Indonesia yang tumbuh pesat dewasa ini harus ada filter, sehingga keberadaannya tidak merusak dan mengancam nilai-nilai positif dalam kehidupan masyarakat, terutama kalangan anak-anak dan generasi muda. Kebanyakan film dan sinetron kita tanpa arah, miskin pengembangan akal budi, sehingga sangat membahayakan.

Demikian akar persoalan yang terungkap dari perbincangan Kompas dengan sosiolog Imam B Prasodjo dan Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault, secara terpisah di Jakarta, Minggu (13/1). "Saya mencermati, film dan sinteron kita dewasa ini banyak tanpa arah. Namun bukan tidak ada yang berkualitas dan punya visi dan misi yang bagus," tandas Imam B Prasodjo.

Menurut dia, tumbuh-berkembangnya kreativitas pekerja seni harus didorong. Namun, kreativitas di industri perfilman dan sinetron jangan hanya sekadar motif menghibur. Mestinya, pada saat yang sama produk budaya tersebut harus mendorong energi positif. Bagaimana tayangan film/sinetron itu secara visual juga mengembangkan akal budi, bagaimana bisa mendorong kreativitas dan rasionalitas. Dan bagaimana tayangan film/sinetron itu bisa mendorong perkembangan emosional dan spiritual.

"Kenyataan, film dan sinetron yang tayang di layar kaca dan ditonton banyak keluarga cenderung mengeksploitasi hiburan, mempertontonkan kepura-puraan, emosi yang tidak terkendali, rasa takut, amarah dan sebagainya," kata Imam.

Ia melukiskan, soal visualisasi marah, misalnya. Setiap orang punya emosional untuk marah. Dalam film/sinetron hal itu dipertontonkan dengan tidak cerdas, karena yang kita saksikan akibat marah itu hanya kesemena-menaan, kemurkaan luar biasa, pukulan yang bertubi-tubi, sehingga lepas kendali. Artinya, dari suatu adegan yang marah-marah itu, penonton tidak mendapatkan nilai positif, bagaimana rasa amarah itu bisa dikendalikan dan tanpa merugikan, melukai, dan atau menyakiti.

Menurut Imam, film/sinetron yang dibuat bagaimana dapat mendorong penonton untuk menahan ketegangan-ketegangan. Keterangan memang suatu hiburan, tapi jangan ketegangan itu dieksploitasi, karena energi orang (penonton) akan habis. Apalagi tayangan anak-anak, dengan banyak mengeksploitasi ketegangan, energi anak-anak akan habis. Apalagi banyak tayangan yang mengarah pornoaksi, jika itu yang jadi orientasi, maka oleh anak-anak yang tanpa kontrol keluarga sempat menonton tayangan itu, maka yang terjadi adalah pelampiasan seks. Ini jelas tidak positif, sebaliknya berdampak negatif.

Sosiolog Iman Prasodjo berpendapat, film/sinetron yang diproduksi dan ditayangkan hendaknya yang berorientasi ke arah energi positif, mengembangkan akal budi, rasionalitas, pengembangan emosional dan spiritual, dan bagaimana menumbuhkan nilai-nilai kemanusiaan. "Jika selama ini yang banyak diproduksi adalah kreativitas perut ke bawah, maka untuk melahirkan dan menumbuhkembangkan generasi muda yang berkualitas, produktif dan inovatif, yang banyak diproduksi semestinya kreativitas dari perut ke atas," tandasnya.
 
Report to moderator   Logged Logged  
  The administrator has disabled public write access.
#97
Youngster08 (User)
Moderator
Posts: 4
graphgraph
User Offline Click here to see the profile of this user
PARTAI GARES 2 Years, 5 Months ago Karma: 0  
Ayo kita dirikan saja "GARES" Gabungan Remaja Sinetron.
 
Report to moderator   Logged Logged  
 
Last Edit: 2008/04/06 09:36 By Youngster08. Reason: \"topik\" nya kurang
  The administrator has disabled public write access.
#103
andika (User)
Junior Boarder
Posts: 22
graphgraph
User Offline Click here to see the profile of this user
Re:PARTAI GARES 2 Years, 5 Months ago Karma: 0  
boleh juga nich.....trus yang jadi bintang utamanya siapa????
 
Report to moderator   Logged Logged  
  The administrator has disabled public write access.
Go to top Post Reply
Powered by FireBoardget the latest posts directly to your desktop
Hak Cipta © 2007,2008,2009 Bangkalan-Memory
email : admin@bangkalan-memory.net