|
Oleh : Bangkalan Memory
|
|
Sabtu, 10 Mei 2008 |
|
Menghadap
ke Taman Kota, yang berada di sebelah Timurnya. Dengan gerbang besar, pintu
kayu kuno, yang berdiri kokoh menghadap matahari terbit. Masjid Agung Sumenep,
yang dulu dikenal dengan nama Masjid Jamik, terletak ditengah-tengah Kota
Sumenep.
Be first to comment this article | Views: 32 |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Oleh : Bangkalan Memory
|
|
Rabu, 07 Mei 2008 |
|
Asta
tinggi terletak 2,5 meter dari sebelah barat pusaran Kota Sumenep. Walau
bangunan ini sudah cukup tua (dengan usianya yang sudah sekitar 200 tahunan),
namun bangunannya masih kokoh (meski dalam perangkat bangunannya tidak memakai
bahan semen sebagai pelekat dari jejeran batu batanya). Pertama yang akan
dilihat, ketika kita pergi ke tempat yang berada di area ketinggian ini, adalah
bangunan pintu gerbang yang tinggi menjulang dan enak dipandang: karena desain
bangunannya menampakkan kekhasan kunonya dengan karakter kerajaan.
Be first to comment this article | Views: 50 |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Oleh : Bangkalan Memory
|
|
Sabtu, 03 Mei 2008 |
|
SK
DPRD-GR Tanggal 25 Mei 1965
NO.
3/II/20DPRD-DR/65/2820
Be first to comment this article | Views: 40 |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Oleh : Bangkalan Memory
|
|
Selasa, 08 April 2008 |
|
Lambang
Daerah Kabupaten Bangkalan ditetapkan berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 8
Tahun 1971. Lambang Daerah melukiskan suatu keadaan daerah Kabupaten Bangkalan
sebagai salah satu daerah di Pulau Madura, yang mempunyai ciri-ciri khas
sendiri adalah merupakan bagian yang tak terpisahkan dari wilayah Negara
Kesatuan Republik Indonesia.
Be first to comment this article | Views: 142 |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Oleh : Bangkalan Memory
|
|
Minggu, 24 Pebruari 2008 |
Karena keadaan sudak kritis selaku Komandan Resimen 35,
Letnan Kolonel Chandra Hassan mengundang Dewan Pertahanan Daerah (DPD)
bersidang di manding.
Be first to comment this article | Views: 229 |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Oleh : Bangkalan Memory
|
|
Minggu, 24 Pebruari 2008 |
|
Beberapa minggu sebelum penyerahan kedaulatan, maka
dengan memperhitungkan kemungkinan gagalnya perundingan Mayor Mangkudiningrat
diangkat sebagai Komandan Batalyon Tentara Nasional Indonesia (Jokotole)
didaerah pendudukan yang anggotanya terdiri dari anggota tentara yang tidak
ikut hijrah ke Jawa
Be first to comment this article | Views: 233 |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Oleh : Bangkalan Memory
|
|
Minggu, 24 Pebruari 2008 |
Kegiatan kaum Republikein baik yang ada didalam maupun
yang ada diluar daerah Pendudukan sangat merepotkan Tentara dan Pemerintahan
Belanda/Recomba sehingga sering diadakan penangkapan-penangkapan terhadap
pejuang yang gigih menentang penjajah.
Be first to comment this article | Views: 195 |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Oleh : Bangkalan Memory
|
|
Minggu, 24 Pebruari 2008 |
|
Setelah tertangkapnya Mayor Abu Djamal maka untuk
penghargaan dan kelanjutan perjuangan rakyat Madura oleh Panglima Divisi telah
diangkat Komandan Tentara di Madura yang baru yaitu Mayor Slamet Ali Yunus
dengan tugas untuk melakukan konsolidasi bekas anggota-anggota Resimen 35
Batalyon 35 Jokotole, serta melaksanakan pembentukan Komando Militer di Madura
dengan unsur unsurnya komando2 Distrik Militer pada tiap2 Kabupaten di Madura.
Be first to comment this article | Views: 181 |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Oleh : Bangkalan Memory
|
|
Minggu, 24 Pebruari 2008 |
|
Perintah
Panglima divisi kepada komandan Batlyon 635.
Pada
tanggal 18 Desember 1948 Belanda mengadakan serangan utama ke Yokyakarta dan
selama itu pula di Jawa Timur pasukan Belanda mulai serangan serempak dari
malang melalui Blitar dan Kediri dan dari Mojokerto,Jombang, Kertosono, Madiun
dan sekitarnya dan diutara dari Gresik, Lamongan, Babat, Bojonegoro dan
sekitarnya yang disebut Class II.
Be first to comment this article | Views: 189 |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Oleh : Bangkalan Memory
|
|
Jumat, 08 Pebruari 2008 |
|
Setelah perjuangan bersenjata secara
terbuka dihentikan maka perjuangan beralih kepada Gerakan Bawah Tanah yang
dilaksanakan oleh :
Be first to comment this article | Views: 224 |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Oleh : Bangkalan Memory
|
|
Jumat, 04 Januari 2008 |
Dengan jatuhnya Pulau Madura ke tangan Belanda yang
disusul dengan hijrahnya unsur-unsur perjuangan dan seluruh kekuatan tentara
kita termasuk unsur-unsur Pemerintah Sipilnya ke Jawa maka untuk eksitensinya
rakyat Madura diatas disamping pengkonsilidasian kesatuan-kesatuan Tentara
unsur Resimen 35 Jokotole menjadi Batalyon 635 Jokotole.
Be first to comment this article | Views: 251 |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Oleh : Bangkalan Memory
|
|
Jumat, 04 Januari 2008 |
Karena keadaan sudak kritis selaku Komandan Resimen 35,
Letnan Kolonel Chandra Hassan mengundang Dewan Pertahanan Daerah (DPD)
bersidang di manding.
Be first to comment this article | Views: 250 |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Oleh : Bangkalan Memory
|
|
Jumat, 04 Januari 2008 |
Setelah satu peleton tentara Belanda menyusup ke
lembah pesantren pada tanggal 10 Agustus 1947, di Sektor I Madura Timur
Komandan Batalyon segera mengadakan pertemuan dengan komandan Kompi dan
mengadakan evaluasi keadaan dengan kesimpulan bahwa persediaan amunisi dan
makanan tipis.
Be first to comment this article | Views: 211 |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Oleh : Bangkalan Memory
|
|
Jumat, 04 Januari 2008 |
|
Setelah satu peleton tentara Belanda menyusup ke
lembah pesantren pada tanggal 10 Agustus 1947, di Sektor I Madura Barat
Komandan Batalyon segera mengadakan pertemuan dengan komandan Kompi dan
mengadakan evaluasi keadaan dengan kesimpulan bahwa persediaan amunisi dan
makanan tipis.
Be first to comment this article | Views: 211 |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Oleh : Bangkalan Memory
|
|
Senin, 10 Desember 2007 |
Konferensi Meja Bundar menghasilkan rencana untuk
persetujuan yang isinya antara lain : Rencana program penyerahan Kedaulatan,
Rencana Status Uni dan rencana Persetujuan Peralihan serta UU R.I.S yang masih
perlu disyahkan oleh Parlemen Belanda, R.I dan negara - negara bagian yang
tergabung dalam B. F.O (Bijzonder federal
Overleg).
Be first to comment this article | Views: 361 |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Oleh : Bangkalan Memory
|
|
Senin, 10 Desember 2007 |
Dalam bulan desember 1947 diJakarta terbentuklah
Komite serikat yang terdiri dari wakil-wakil negara bagian, tokoh-tokoh politik
untuk membentuk negara Indonesia Serikat. Pada tanggal 14 Januari 1948 Residen
Madura mengundang tokoh-tokoh masyarakat untuk membicarakan dan membentuk
Komite Penentuan kedudukan Madura. Komite itu terdiri dari 11 orang. Dan R.A.A
Tjakraningrat sebagai penasihatnya.
Be first to comment this article | Views: 337 |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Oleh : Bangkalan Memory
|
|
Senin, 10 Desember 2007 |
Setelah pertahanan di Madura sudah tidak berdaya lagi
maka Letnan Baron Van de Linde (Komandan
Tentara Pendudukan di Pamekasan) datang ke Pagantenan, Pusat Pemerintahan RI di
Madura unuk minta kesediaan Residen R.A.A. Tjakraningrat bekerjasama dengan
Belanda.
Be first to comment this article | Views: 267 |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Oleh : Bangkalan Memory
|
|
Senin, 10 Desember 2007 |
Yang masuk menjadi anggota BKR ialah tenaga bekas dari
Peta, Heiho, seinendan, dan Pemuda-pemuda lainnya yang semangatnya masih
menyala. Sebagai BKR yang setengah resmi bersama-sama dengan alat-alat kekuasaan
lainnya berusaha untuk membina Kemanan dan ketentraman di daerah masing-masing.
Be first to comment this article | Views: 348 |
|
Selengkapnya...
|
|