.

Translate

Daftar Pada Forum

Silahkan Login untuk masuk pada forum kami:





Lupa Kata Sandi?
Bukan Anggota, Silahkan? Daftar

Menu Utama

Kolom Prestasi

Diamond.gif

( Klik Gambar )

Dukung Kami

Kami menerima donasi bagi para donatur yang perduli, melalui paypal dengan jumlah minimum $2 
Nama-nama para donatur akan kami kami masukkan pada halaman khusus donasi. Terima kasih

Pesan Anda

Jumlah Pengunjung

Hari Ini16
Kemarin208
Minggu ini1165
Bulan ini738
Semua148943

(C) Bangkalan-Memory

Support

Polls

Apakah anda mendukung website bangkalan memory ini:
 
Pemerintah Memblokir Situs Porno Pendapat anda ?
 

Jadwal Sholat

Bookmark Kami !

Berlangganan Artikel

Masukkan Alamat email anda:

Delivered by FeedBurner

Powered by FeedBurner

Komunitas

Top Indo

 


MusicPlaylist

 

Website Stats


Links to Site

Home
Selamat Datang di Bangkalan Memory, Website ini merupakan dedikasi kami dalam melestarikan peninggalan Budaya serta Sejarah Kota Bangkalan.
Bubur Sarikoyo Unik dari Bangkalan Cetak halaman ini
Oleh : Bangkalan Memory   
Jumat, 26 Juni 2009

 

Bagi warga bangkalan. Saat ini ada menu khusus yang tidak lagi didapatkan selain bulan ramadlan. Ya, namanya Bubur Sarikoyo. Meski mirip dengan nama buah yaitu srikaya, tetapi bahan utama pembuatan bubur sarikoyo tak sedikitpun berasal dari buah tersebut.

Be first to comment this article | Views: 51

Selengkapnya...
 
KALSOT SUMENEP Cetak halaman ini
Oleh : Bangkalan Memory   
Sabtu, 09 Mei 2009
kalsot_sumenep.jpg
Kalau di kota buaya Surabaya makanan lima ribuan adalah makanan yang paling murah. Beda halnya di Sumenep, Madura. Untuk mendapatkannya, juga tidak sulit jika pernah datang ke kota ujung timur pulau garam Madura, tepatnya di Jalan Zainal Arifin kota Sumenep atau sebelah timur Hotel Wijaya II. Banyak orang menyebutnya, Warung Pak Abi.

Kalsot merupakan makanan khas Madura. Sehingga masyarakat Sumenep sepertinya sudah kental dengan warung Pak Abi itu. Pembelinya dari semua kalangan, yakni anak-anak, remaja, masyarakat umum, pejabat. Bahkan, para tamu dari luar Madura.

Aktifitas di warung yang bersebelahan dengan sebuah dialer mobil bekas itu sangat ramai. Apalagi hari Minggu. Mereka ingin merasakan menu makanan ciri khas Madura. Sebab, di warung itu, tidak hanya menyediakan kalsot, tapi berbagai macam jenis makanan khas Madura lainnya tersedia dengan harga murah dan rasanya mantap.

Kalsot itu sendiri, terdiri dari bubur kacang hijau dengan aroma daging yang kental (soalnya ada kikilnya) serta di beri semacam apa ya namanya, itu... seperti gorengan ketela (kurkit kali, he he) di dalamnya dan dicampur dengan sedikit bawang merah dan seledri.

Mungkin untuk yang baru pertama kali mencicipi atau melihat makanan khas Madura itu, agak jijik. Tapi percaya deh, rasanya mantep banget!.

Be first to comment this article | Views: 378

Selengkapnya...
 
Kelahiran JOKOTOLE dan AGUS WEDI Cetak halaman ini
Oleh : Bangkalan Memory   
Minggu, 29 Maret 2009

Ketika Raja Mandaraga wafat, jenazahnya dimakam­kan di tempat itu juga (sekarang Mandaraga menjadi sebuah kampung di Desa Keles Kecamatan Ambunten Kabupaten Sumenep). Di sebelah timur laut sumber Mandaraga adalah makam Pangeran Mandaraga, yang oleh orang-orang desa itu disebut "Asta Patapan", (makam pertapaan), karena pada zaman dahulu banyak orang yang datang bertapa di tempat yang dikera­matkan itu.

Tak banyak diceritakan mengenai kehidupan Raja Mandaraga termasuk kedua puteranya, yaitu Pangeran Bukabu dan Pangeran Baragung. Yang diceritakan hanya Pangeran Bukabu dan Pangeran Baragung meninggal dunia. Jenazah Pangeran Bukabu dimakamkan di Bukabu (sekarang Bukabu menjadi sebuah desa di Kecamatan Ambunten Kabupaten Sumenep). Sedangkan Pangeran Baragung dimakamkan di Baragung (sekarang Baragung menjadi sebuah desa di Kecamatan Guluk-Guluk Kabu­paten Sumenep). Pangeran Bukabu banyak menurunkan Para Kyai dan alim ulama di Madura umumnya dan di Sumenep pada khususnya.

Pangeran Baragung meningggalkan seorang puteri yang bernama Endhang Kilengan. Ia bersuamikan Bramakanda. Dan, dalam perkawinannya itu, mereka dikarunia seorang putera yang bernama Wagungrukyat. Setelah Wagungrukyat menginjak dewasa, ia menjadi raja di Sumenep, dengan julukan Pangeran Saccadining­rat. Keratonnya terletak di Desa Banasare (sekarang Ba­nasare termasuk Kecamatan Rubaru).

Pangeran Saccadiningrat kawin dengan saudara sepupu ibunya, yaitu Dewi Sarini. Tidak lama mereka dikaruniai seorang puteri bernama Saini, dengan julukan Raden Ayu Potre Koneng. Kulitnya mengkilat serta me­miliki wajah yang sangat cantik.

 

Komentar (1) | Views: 578

Selengkapnya...
 
Kerapan Sapi Cetak halaman ini
Oleh : Bangkalan Memory   
Minggu, 29 Maret 2009
 
Madura tidak hanya terkenal karena hasil garamnya, namun lebih daripada itu Pulau Madura dikenal dengan tradisi adu pacu sapinya yang disebut "kerapan". Kebiasaan memacu binatang peliharaan di arena memang sudah menjadi kegemaran penduduk Madura sejak dahulu kala. Di Madura tidak hanya hewan peliharaan sapi yang diadu cepat, tetapi juga kerbau seperti yang terdapat di Pulau Kangean. Adu cepat kerbau itu disebut "mamajir". Sapi atau kerbau yang adu cepat itu, dikendarai oleh seorang joki yang disebut tukang tongko. Tukang tongko tersebut berdiri di atas "kaleles" yang ditarik oleh sapi atau kerbau pacuan.
 

Be first to comment this article | Views: 734

Selengkapnya...
 
TENGGELAMNYA KAPAL KANGEAN Cetak halaman ini
Oleh : Bangkalan Memory   
Minggu, 25 Januari 2009
 
Pada kira-kira bulan Agustus 1946, menjelang Maghrib, Abusiri (kini Kolonel Polisi Purnawirawan) mengantarkan teman seangkatan, M. Ng. Sulaiman, ke pelabuhan Tanglok, Sampang. Ia diutus oleh pimpinan Kepolisian Karesidenan ke Kantor Polisi Pusat di Purwokerto, oleh sebab itu ia dengan 83 penumpang lainnya naik kapal Kangean (sebesar kurang lebih kapal PJKA), menuju ke Probolinggo. Kapal ini pernah dipakai rombongan Mr. sis. Cakraningrat (Bupati Bangkalan) waktu mau memperistrikan Ratu Pembayun dari Kraton Solo.
 

Komentar (1) | Views: 866

Selengkapnya...
 
SAPE SONOK Cetak halaman ini
Oleh : Bangkalan Memory   
Sabtu, 06 Desember 2008
 
Simbol Keramahan Masyarakat Madura


Oleh Moh Rusdi
Pemerhati masalah sosial dan kebudayaan

Salah satu pertunjukan kebudayaan yang khas dan unik di Madura adalah adanya lotrengan atau sape sono'. Meski telah dibanjiri berbagai pertunjukan modern yang relatif lebih praktis dan menjanjikan kepuasan yang berlebih, lewat sape sono', masyarakat Madura membuktikan bahwa warisan kebudayaan nenek moyang lebih mempunyai nilai filosofi yang tinggi.
 

Be first to comment this article | Views: 884

Selengkapnya...
 
SEJARAH KOTA SAMPANG Cetak halaman ini
Oleh : Bangkalan Memory   
Sabtu, 06 Desember 2008
 
Pada Zaman Majapahit di Sampang ditempatkan seorang Kamituwo yang pangkatnya hanya sebagai patih, jadi boleh dikatakan kepatihan yang berdiri sendiri. Sewaktu Majapahit mulai mundur di Sampang berkuasa Ario Lembu Peteng, Putera Raja Majapahit dengan Puteri Campa.
 

Komentar (5) | Views: 1132

Selengkapnya...
 
SEJARAH DAN MAKNA PEMUGARAN MASJID AGUNG BANGKALAN Cetak halaman ini
Oleh : Bangkalan Memory   
Jumat, 21 November 2008

 

masjid_1.jpg

 

Konon dalam ungkapan cerita para sesepuh yang sudah merakyat bahwa Sultan R. Abd. Kadirun selain terkenal sebagai Sultan yang digdaya, juga dikenal sebagai Sultan yang soleh dan alim dalam ilmu agama.
 

Komentar (1) | Views: 1439

Selengkapnya...
 
SEJARAH KABUPATEN PAMEKASAN Cetak halaman ini
Oleh : Bangkalan Memory   
Kamis, 06 November 2008
 
Kabupaten Pamekasan lahir dari proses sejarah yang cukup panjang. Istilah Pamekasan sendiri baru dikenal pada sepertiga abad ke-16, ketika Ronggosukowati mulai memindahkan pusat pemerintahan dari Kraton Labangan Daja ke Kraton Mandilaras. Memang belum cukup bukti tertulis yang menyebutkan proses perpindahan pusat pemerintahan sehingga terjadi perubahan nama wilayah ini. Begitu juga munculnya sejarah pemerintahan di Pamekasan sangat jarang ditemukan bukti-bukti tertulis apalagi prasasti yang menjelaskan tentang kapan dan bagaimana keberadaannya.
 

Be first to comment this article | Views: 2103

Selengkapnya...
 
UPACARA ADAT PENGANTIN DAN BUSANA SUMENEP Cetak halaman ini
Oleh : Bangkalan Memory   
Jumat, 17 Oktober 2008
 
Perkawinan merupakan Upacara paling sakral dalam perjalanan kehidupan manusia. Suatu kenyataan bahwa Indonesia terdiri atas beberapa Suku Bangsa, Agama, Adat Istiadat yang berbeda, dengan latar belakang sosial budaya yang beraneka ragam. Masing-masing daerah mempunyai tata cara tersendiri .tak terkecuali dalam adat prosesi perkawinannya, baik Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Madura pada umumnya. Pada Upacara Perkawinan biasanya kedua mempelai dirias berbusana secara khusus.
 

Be first to comment this article | Views: 2324

Selengkapnya...
 
DAFTAR NAMA RAJA DAN BUPATI SUMENEP Cetak halaman ini
Oleh : Bangkalan Memory   
Jumat, 19 September 2008

Berikut Daftar Nama Raja dan Bupati Sumenep

 

Be first to comment this article | Views: 1641

 
LALAMARAN (KABUPATEN SUMENEP) Cetak halaman ini
Oleh : Bangkalan Memory   
Kamis, 11 September 2008


Wilayah Sumenep waktu jaman kerajaan Singasari, (Raja Kertanegara, 1268-1292) dipimpin oleh Ario Wiraraja atau Ario Banyak Wide. Pada masa awal pemerintahan kerajaan Majapahit Aria Wiraraja banyak membantu Raden Wijaya, akhirnya la di beri kekuasaan di Lumajang. Sumenep dipimpin oleh Aria Bangah, yang keratonnya berada di desa Benasareh, Rubaru (Sumenep). Selanjutnya pimpinan diganti oleh puteranya yang bernama Ario Danurwendo yang bergelar Lembusuranggono dimana keratonnya di pindah di desa Tanjung, daerah Bluto. Dengan kisah singkat ini dapat dikatakan bahwa wilayah Sumenep telah memasuki peradaban yang tinggi pada abad ke-13.  

Be first to comment this article | Views: 1266

Selengkapnya...
 
ROKAT GUMBAK KABUPATEN SAMPANG Cetak halaman ini
Oleh : Bangkalan Memory   
Rabu, 10 September 2008
 
Kata "gumbak" dalam bahasa Madura berati mengaduk-aduk air kolam (sungai) sehingga menimbulkan ombak atau gelombang. Selanjutnya istilah ”gumbak” yang terkait dengan upacara sakral di desa Banjar (Kecamatan Kedungdung) berhubungan dengan tradisi ”baceman” yang artinya membersihkan dan mensucikan pusaka (senjata tradisional). Senjata tradisional yang dimaksudkan berjumlah 24 senjata / pusaka
 

Be first to comment this article | Views: 1644

Selengkapnya...
 
TOMPANG TRESNA Cetak halaman ini
Oleh : Bangkalan Memory   
Jumat, 18 Juli 2008
 
Tompang Tresna merupakan tradisi yang unik di Wilayah Bangkalan, yakni upacara untuk mengukur kesucian penganten wanita pada malam pertama. Upacara ini secara khusus terkait pada pasangan penganten baru yang masih perjaka dan perawan. Penganten baru yang duduk di pelaminan, pada malam harinya (setelah para undangan meninggalkan upacara pesta) pasangan penganten menikmati malam pertama. Upacara dilaksanakan di rumah penganten putri. Sewaktu pasangan penganten memasuki kamar penganten, diruang tamu dibacakan tembang macapat, disebut "Mamaca" atau "Macapatan". 
 

Komentar (1) | Views: 1825

Selengkapnya...
 
TARI JARAN KENCA’ Cetak halaman ini
Oleh : Bangkalan Memory   
Kamis, 03 Juli 2008
 
Konon pada abad ke-18 di Madura Marat tepatnya di Kecamatan Socah saat kemanten pria akan masuk demarkasi kemanten wanita. Biasanya dialog itu dibawakan oleh beberapa orang tua-tua yang didampingi oleh seorang pendekar. Dipihak kemanten wanita telah tersedia beberapa orang tua-tua pula yang didampingi oleh seorang pendekar. Awalnya dialog dibawakan oleh para orang tua dari pihak temanten pria, biasanya dengan cara berpantun. Kemudian ada jawaban dari para orang tua pihak temanten wanita. Apabila dialog tersebut ada ketidakcocokan, biasanya terjadi perkelahian hebat. Sebaliknya apabila dialig itu bisa cocok, maka temanten pria bisa masuk ke keluarga temanten wanita.
 

Be first to comment this article | Views: 1632

Selengkapnya...
 
SENI TARI BAHHONG Cetak halaman ini
Oleh : Bangkalan Memory   
Minggu, 15 Juni 2008
 
bahhong.jpg

 
Seni Tari tradisi Bahhong ini berasal dari sebuah Desa Katol Barat yang terbilang gersang dan tandus di daerah Kecamatan Geger, Kabupaten Bangkalan. Walaupun desa ini gersang dan tandus tetapi di desa ini kaya akan budaya yang perlu dikembangkan, salah satunya adalah kesenian Bahhong
 

Be first to comment this article | Views: 3177

Selengkapnya...
 
KA’ OKKE’ BANYUSANGKA NAN MEMPESONA Cetak halaman ini
Oleh : Bangkalan Memory   
Minggu, 01 Juni 2008
 
Upacara "Temu Pengantin" yang berasal dari daerah pesisir tepatnya Banyusangka Kecamatan Tanjung Bumi, telah ada sejak puluhan tahun lalu dan tetap dilestarikan oleh warga setempat sebagai budaya turun-temurun yang tidak akan pernah sirna.
 

Komentar (1) | Views: 1869

Selengkapnya...
 
MENGENAL SITUS SEJARAH KABUPATEN SUMENEP Cetak halaman ini
Oleh : Bangkalan Memory   
Minggu, 01 Juni 2008

Sumenep merupakan Kabupaten di Jawa Timur yang berada di ujung paling Timur Pulau Madura, bisa dibilang sebagai salah satu kawasan yang terpenting dalam sejarah Madura. Kita dapat menjumpai situs-situs kebudayaan yang sampai hari ini masih menjadi obyek pariwisata. Diantaranya yang kita ketahui adalah kereta kencana peninggalan raja Sumenep, alun-alun (taman bunga) yang konsep bangunannya memiliki kekhasan ala bangunan kerajaan, Masjid Jamik atau Masjid Agung yang terletak di jantung Kota Sumenep, Masjid ini termasuk salah satu masjid tertua di Indonesia yang dibangun pada tahun 1779 M sampai 1787 M oleh Panembahan Sumolo, Kraton Sumenep
 
 

Komentar (8) | Views: 2583

Selengkapnya...
 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 Selanjutnya > Akhir >>

Hasil 1 - 26 dari 124
Hak Cipta © 2007,2008,2009 Bangkalan-Memory
email : admin@bangkalan-memory.net